You cannot copy content of this page

Sewindu Menebar Bakti, Bersinar Menjadi Gravitasi Dunia

Menempuh Jalan Berbagi dan Peduli

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (Nabi Muhammad Saw)

Itulah sepenggal kalimat dari taman nubuwwah (kenabian) yang menjadi daya gugah saya –mungkin juga Anda—untuk senantiasa berusaha merajut bakti untuk sesama. Hidup menjadi lebih berarti, ketika seseorang menempuh jalan berbagi dan peduli.

Dan ketika seseorang totalitas mempersembahkan sebuah ketulusan, untuk menebarkan sebanyak-banyaknya manfaat bagi kehidupan, maka di situlah letak kunci menuju kesuksesan.

Itulah gravitasi hakiki menurut saya. Kunci menjadi gravitasi di kehidupan adalah menjadi pribadi magnetis. Pribadi dengan segala daya pesona yang terpancar, yang lalu secara natural memantik banyak orang untuk datang, mendekat, dan merapat, dalam pusaran dirinya.

Ia penaka telaga di kerontang hamparan padang pasir nan panas menyengat, yang di situ banyak orang berduyun datang kepadanya, untuk mereguk dahaga yang menindih jiwa, atau sekedar mencicip segarnya mata air untuk melepas penatnya raga.

Saya sekali-kali bukan pribadi magnetis itu. Bukan pribadi kaya pesona bagai sosok Fahri di novel Ayat Ayat Cinta. Tapi saya berupaya memantaskan diri, menjadi sebagai pribadi, yang ingin senantiasa mengemban bakti. Menebar guna bagi sebanyak-banyaknya sesama. Setakat apa yang saya bisa dan kuasa.

Telah sejak remaja saya mula menabur benih dan menempuh jalan peduli dan berbagi. Merajut bersama dalam sejumlah organisasi. Untuk menguntai manfaat bagi sebanyak-banyak anak negeri. Namun, inilah sekeping perjalanan sewindu, saya menebar guna dan bakti, semoga memotivasi dan menginspirasi.

  • 2009-sekarang: Ilma Nafia Foundation

Ilma Nafia Foundation  (Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan) saya inisiasi dan saya dirikan sebagai ajang mengaktualisasikan kepedulian di bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. 1 Juni 2009, yayasan ini saya dirikan dengan taman kanak-kanak Islam terpadu sebagai mula amal usahanya.

Wisuda ke-1 RAIT Ilma Nafia Godong, hanya meluluskan 6 murid. Saya paling kanan. Foto dok Kang Asti
Wisuda ke-7 RAIT Ilma Nafia Godong, meluluskan 63 murid. Foto dok Kang Asti
Liputan koran Rakyat Jateng, edisi Senin, 15 Juni 2015

Sejak awal saya mendirikan sekolah, saya sudah menancapkan komitmen dan visi yang kuat untuk membangun sekolah yang beda, dalam arti proses pendidikannya tidak hanya tranfer of knowledge (kognitif) semata, namun juga sebuah upaya terpadu membangun karakter (aspek afektif dan psikomotorik) anak bangsa.

Sewindu sejak didirikan, mulai tahun ke-4 hingga kini, taman kanak-kanak itu telah menjadi pilihan sekolah favorit masyarakat. Terbukti dengan antusiasme masyarakat yang segera berbondong begitu pendaftaran murid baru dibuka. Hingga setiap tahun harus menolak murid. Karena persoalan kapasitas yang tidak memungkinkan untuk pembukaan kelas baru.

Setiap tahun taman kanak-kanak yang saya dirikan membatasi hanya menerima 65 pendaftar. Jadi setiap tahunnya kami menampung sejumlah 130 murid untuk kelas A dan kelas B.

Tak mulus saya merintis dan membangunnya. Di awal-awal banyak tantangan yang menguras peluh, bahkan menitikkan air mata. Jalan terjal penuh kelok liku harus dilalui. Tapi begitulah hukum kehidupan menurut saya. Jalan terjal penuh kelok liku harus dilalui untuk mengajarkan makna akan sebuah kenikmatan dan perjuangan.

Outbound Kids menjadi salah satu program unggulan di SDIT Ilma Nafia Godong yang dikeolala oleh Ilma Nafia Foundation. Foto dok Kang Asti
Liputan media di koran Jateng Pos edisi Senin 23 Juni 2014

Selain taman kanak-kanak, kini Ilma Nafia Foundation juga mengelola play group, merintis sekolah dasar (SD), mengasuh majelis taklim, melakukan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan kewirausahaan, pemberian santunan dan beasiswa pendidikan, dan lain-lain.

Berpose dengan para guru LPIT Ilma Nafia Godong seusai mengikuti seminar parenting di PAUD Nurul Qur’an Purwodadi. Foto dok Kang Asti

Berkat itu semua, saya secara pribadi selalu tertantang untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri dan menyerap banyak informasi dan pengetahuan melalui mengikuti berbagai seminar dan membaca buku-buku tentang pendidikan, fiqh (syariat islam), parenting (keayah-bundaan, pengasukan anak), entrepreneurship atau kewirausahaan, dan lain sebagainya.

Menjadi pembicara sebuah seminar parenting di sebuah PAUD. Foto dok Kang Asti
Menjadi pembicara seminar entrepreneurship di aula kampus Akbid An-Nur Purwodadi. Foto dok Kang Asti

Itulah gravitasi yang memancarkan daya magnetis yang luar biasa. Banyak undangan yang datang ke saya untuk mengisi sejumlah seminar terkait pendidikan anak atau parenting, pengajian atau majelis taklim, dan entrepeneurship.

Satu gravitasi memantulkan gravitasi lainnya, sehingga makin menguatkan energi untuk terus memancarkan guna bagi sesama. In sya Allah.

  • 2014-2015: Grobogan Corner

Ada satu kalimat bijak yang menggores inspirasi dan motivasi di hati saya, yang bunyinya, “Kegelapan tidak terang oleh caci maki. Kegelapan akan terang dengan menyalakan lentera.”

Liputan koran Suara Merdeka edisi, Senin, 24 November 2014
Liputan Koran Muria, edisi Rabu, 7 Januari
2015.
Liputan koran Jawa Pos Radar Kudus edisi Selasa, 24 Februari 2015

Didorong oleh kepedulian untuk ikut serta menggali potensi lokal daerah dan mengembangkannya, saya bersama sejumlah teman di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada tahun 2014 menggagas dan mendirikan sebuah komunitas bernama Grobogan Corner. Oleh teman-teman pendiri, saya ditunjuk sebagai nahkoda komunitas.

Komunitas ini fokus pada isu-isu pengembangan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kuliner khas, dan pariwisata di Kabupaten Grobogan. Motto yang kami usung adalah “Mencintai dengan Aksi dan Solusi”.

Secara cepat, komunitas ini meroket namanya. Tak lain berkah dari adanya media sosial seperti facebook. Juga berkah dari full support dari teman-teman  jurnalis lokal di Grobogan. Sejumlah program unggulan seperti Visit UMKM, Susur Wisata, Dialog Inspiratif, dan lain-lain, selalu menyedot perhatian.

Saya (dua dari kanan) saat menjadi narasumber di acara live Waroeng Kopi Gayeng di TVRI Jawa Tengah bersama Wakil Bupati Grobogan H. Icek Baskoro (paling kanan). Foto dok kang Asti

Fenomena Grobogan Corner yang nge-hits saat itu, menjadikan komunitas ini diundang secara khusus oleh TVRI Jawa Tengah untuk menjadi narasumber dalam sebuah acara live bersama dengan Wakil Bupati Grobogan ketika itu, H. Icek Baskoro, SH.

Gerakan Grobogan Corner yang masif, menjadikan saya juga semakin tertantang untuk terus membekali diri. Agar saya bisa optimal memberikan konsultansi kepada teman-teman pelaku UMKM, misalnya, saya harus banyak belajar tentang dunia bisnis, marketing, branding, packaging, dan sebagainya.

Saya (paling kiri) menjadi salah satu pembicara pengembangan produk unggulan khas Kabupaten Grobogan. Foto dok Kang Asti
Saya (paling kanan) saat menjadi pembicara di acara bincang kuliner Grobogan bersama anggota DPD RI DR. H. Bambang Sadono, SH, MH (tengah). Foto dok Kang Asti

Saya juga musti banyak belajar tentang kuliner dan pariwisata. Saya pun memborong buku-buku tentang kuliner dan kepariwisataan. Dari sinilah, untuk pertama kalinya saya diundang untuk menjadi pembicara bincang kuliner atau dialog tentang pengembangan produk UMKM, yang sebelumnya asing bagi saya.

Dari sini saya mendapatkan setidaknya satu hal penting, yakni, “Saat kita tulus dan totallity melakukan dunia yang awalnya baru bagi kita, maka kita akan menjadi gravitasi yang menakjubkan di dunia itu. Buktikan!”

  • 2015-2016: Forum Masyarakat Madani (FMM)

Hikmah menjadi nahkoda Grobogan Corner, saya terapkan ketika secara mengejutkan saya diundang oleh program Emas (Expanding maternal and neonatal survival), sebuah program penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir yang merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dengan United States Agency for International Development (USAID).

Saya (baju putih, tengah) saat dilantik sebagai sekretaris FMM KIA Kabupaten Grobogan oleh Wakil Bupati Grobogan H. Icek Baskoro, SH. Foto dok Kang Asti

Program ini masuk ke Kabupaten Grobogan pada awal tahun 2015 dengan leading sector di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan. Salah satu variabel gerakan yang dikembangkan dalam program Emas adalah mobilisasi kekuatan civil society (masyarakat sipil) dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Dari sinilah kemudian seluruh perwakilan organisasi masyarakat sipil (OMS) di Kabupaten Grobogan seperti NU, Muhammadiyah, KNPI, Pramuka, PMI, PGRI, Apindo, Muslimat NU, Aisyiyah, Fatayat, PKK, dan lain sebagainya, termasuk Grobogan Corner, diundang untuk mengikuti civicus index dan inisiasi pembentukan civic forum (forum masyarakat sipil) yang peduli terhadap isu-isu kesehatan ibu dan anak.

Saya tidak menyangka bahwa hari itu merupakan tonggak bagi saya untuk kembali memasuki dunia baru, bahkan kali ini sangat asing, yakni dunia kesehatan ibu dan anak. Di forum itu saya ditunjuk menjadi sekretaris untuk wadah yang kemudian disepakati bernama Forum Masyarakat Madani Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FMM KIA) Kabupaten Grobogan.

Berpose dengan teman-teman pengurus FMM KIA se-Indonesia di event International Civil Society Week (ICSW) 2016 di Jakarta. Foto dok Kang Asti

Sejak itulah saya belajar banyak istilah-istilah medis dan kebidanan, agar saya sedikit banyak tahu terkait kehamilan dan persalinan, proses pertolongan persalinan, tanda-tanda bahaya kehamilan, dan sebagainya, meski peran dan fungsi saya tidak di wilayah itu.

Saya dan teman-teman di FMM KIA lebih berperan di upaya memobilisasi kesadaran masyarakat agar peduli terhadap kesehatan ibu dan anak. Lalu membuat gerakan bersama untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang ketika itu sangat tinggi di Grobogan.

Menjadi narasumber Workshop Maklumat Pelayanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan. Foto dok Kang Asti
Menjadi pembicara dalam sesi peran civil society dalam menekan AKI dan AKB. Foto dok Kang Asti

Kini saya sudah terbiasa menjadi pembicara atau narasumber untuk mater-materi terkait peran civil society dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi dalam sebuah seminar, workshop, maupun siaran di radio. Bahkan saya pernah diundang sebagai pembicara untuk tema itu di salah satu sesi pra rakenwil Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah tingkat Jawa Tengah di Hotel Santika Premiere Semarang, yang kebanyakan pesertanya adalah dokter dan direktur rumah sakit.

Saya semakin percaya bahwa ketika semuanya dilandasi rasa peduli dan tekad untuk menebar manfaat, maka saat itu kita telah menegaskan diri dan bersiap menjadi gravitasi. Bi idznillah.

  • 2017 – sekarang: PKBI Cabang Grobogan

Saya merasa, tahun 2017 menjadi momentum saya lebih banyak lagi berbuat untuk sesama. Karena di awal tahun ini, saya mendapat amanat baru lagi, yakni menjadi pengurus bidang program di Perkumpulan Keluarga Berencara Indonesia (PKBI) cabang Grobogan.

Bagi saya, PKBI bukan organisasi baru. Jauh sebelum saya menjadi bagian dari PKBI cabang Grobogan, saya telah banyak diundang untuk menjadi pembicara di acara-acara diskusi dan training yang dihelat oleh Pusat Informasi Pelajar dan Remaja (Pijar) PKBI cabang Grobogan.

Saya (kanan) saat menjadi pembicara di acara Basic Training yang dihelat oleh Pijar PKBI Cabang Grobogan. Foto dok Kang Asti
Menjadi pembicara seminar “Merdekakah Remaja?” yang digelar oleh Pijar PKBI Grobogan di aula Kampus Akbid An-Nur Purwodadi. Foto dok kang Asti

Saya bahkan beberapa kali diundang sebagai narasumber pada siaran live acara Bincang-bincang Malam (BBM)  di radio Café FM yang digagas oleh pegiat Pijar PKBI Grobogan. Maka oleh Ketua PKBI Cabang Grobogan Dokter Johari Angkasa, saya disebut sebagai “orang baru stok lama di kepengurusan PKBI cabang Grobogan”.

Keterlibatan saya di PKBI Cabang Grobogan saya maknai sebagai panggilan agar saya lebih peduli terhadap pembinaan remaja sebagai calon generasi penerus bangsa. Begitu.

  • 2017 – Sekarang: GMPK Jawa Tengah

Di awal tahun 2017 pula, sebuah dunia baru saya masuki, yakni gerakan anti-korupsi. Saya diajak untuk bergabung sebagai pengurus Dewan Pengurus Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPD GMPK) Jawa Tengah. Saya didaulat sebagai Ketua Bidang Pendidikan Anti-Korupsi.

Saya (paling kiri) untuk pertama kalinya dalam kapasitas sebagai Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD GMPK Jawa Tengah menjadi narasumber acara bincang-bincang bertema Remaja Keren Remaja Anti Korupsi di radio Cafe FM Purwodadi. Foto dok Kang Asti

Saya belum bisa banyak bercerita, karena belum banyak kiprah yang sata torehkan di gerakan ini. Tapi saya in sya Allah sedang dan telah memulai.

Writer & Blogger

Di luar semua wadah kiprah itu, saya adalah seorang penulis (writer), dan belakangan hobi nge-blog. Saya mulai menulis sejak tahun 1994. Tulisan pertama saya sebuah artikel berjudul Krisis Pergaulan Remaja Modern” dimuat di majalah Rindang (terbitan Departeman Agama Jawa Tengah) edisi Juni 1994. Itulah tonggak debut saya di dunia penulisan.

Mulai menulis buku sejak tahun 2004, buku pertama saya berjudul “Menjadi Ummahat Kreatif, Buku Pintar Muslimah” yang diterbitkan oleh penerbit Mujahid Press, Bandung, Februari 2004.  Buku ini best seller, yang memotivasi saya untuk menelorkan buku-buku selanjutnya, yang kini telah mencapai 50-an buku dan diterbitkan oleh berbagai penerbit di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Solo.

Menjadi pembicara di acara diskusi penulisan dan launching buku JPIN Grobogan. Foto dok Kang Asti

Menekuni dunia penulisan menjadikan saya berinisiatif menggagas berdirinya organisasi kepenulisan. Pada tahun 2005, saya mendirikan Forum Silaturahmi Penulis Grobogan (FSPG) sebagai wadah pemberdayaan penulis lokal di Kabupaten Grobogan.

Tahun 2014 saya mendirikan Jaringan Pena Ilma Nafia (JPIN) sebagai wadah silaturahmi dan pemberdayaan penulis tingkat nasional yang telah memiliki jaringan anggota di sejumlah daerah di NTB, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Lampung, Bengkulu, Sumatera, dan Aceh.

Adapun hobi nge-blog baru mulai tahun 2010. Tapi ketika itu tidak serius. Hanya suka bikin blog, tapi malas mengisinya. Saya merasa benar-benar merasa bergairah nge-blog justru baru-baru saja, sejak bulan Oktober 2016 lalu. Saya bikin blog jatengnyamleng.com sebagai saluran untuk memosting artikel-artikel kuliner dan wisata, yang memang merupakan salah satu hobi saya. Di samping saya membuat blog lainnya, seperti blog khusus untuk resensi buku, blog berisi seputar kajian Islam, dan sebagainya.

Kopdar Blogger Grobogan. Foto dok kang Asti

Awal Februari 2017 lalu, sejumlah blogger di Kabupaten Grobogan berkumpul dan kemudian sepakat mendirikan komunitas Blogger Grobogan. Saya didaulat sebagai nahkoda komunitas. Sebuah tantangan baru bagi saya untuk memasyarakatkan blog, terutama di kalangan generasi muda, sebagai sarana positif untuk mengekspresikan diri, membangun eksistensi, bahkan bisa berdampak ekonomi.

Menjadi Gravitasi Dunia dengan Smartphone Luna

Saya suka motret. Apalagi kini sebagai blogger, bahkan food blogger, karena hobi banget berburu kuliner dan memosting artikelnya di blog. Tapi kelemahan mendasar saya adalah di fotografi. Saya buta soal ilmu fotografi. Jadi memotret hanya berdasarkan insting jurnalistik alias yang penting hasilnya layak sebagai ilustrasi tulisan.

Sejauh ini saya memotret dengan mengandalkan kamera pocket yang saya punya. Tapi sejak ada smartphone, saya lebih mengandalkan itu dengan pertimbangan kepraktisan. Apalagi kini hadir smartphone Luna yang menawarkan fitur kamera yang berlimpah yang memanjakan pemakainya. Di samping juga kelebihan di banyak hal lainnya.

Berikut ini keunggulan Luna Smartphone menurut saya:

  1. Penampakan Mewah dengan Kualitas Wah

Meski ada kalimat bijak yang menyatakan, don’t judge a book by its cover, tapi penampakan luar seringkali juga penting. Apalagi saat ini smartphone tidak hanya sudah menjadi kebutuhan, tapi juga gaya. Desain yang menawan, diakui atau tidak, membuat penggunanya pede saat menentengnya.

Luna memiliki desain slim dan unibody. Foto dari Duniaku.net

Namun Luna Samartphone tidak hanya mewah penampakannya, tapi juga berkualitas wah bahannya.

Foxconn sebagai perusahaan pembesut Luna Smartphone meyakinkan bahwa smartphone Luna ini mirip iPhone 6s, baik dari proses produksi, desain, maupun fiturnya. Smartphone Luna mengandalkan desain mewah stylish, spesifikasi tinggi, dan kualitas premium. Luna memiliki desain slim dan unibody.

Pengalaman Foxconn yang dipercaya oleh Apple untuk memproduksi iPhone, membuat Foxconn percaya diri mengembangkan produk Luna dengan standar kualitas yang sama dengan iPhone. Mulai dari pemilihan material, proses finishing, hingga quality control-nya. Sehingga smartphone ini bisa dibilang identik dengan iPhone versi Android.

Luna Smartphone dibekali juga dengan layar berukuran 5,5 inci dengan resolusi 1.080 x 1.920 piksel. Layar tersebut juga dilapisi dengan pelindung Corning Gorilla Glass 3 yang membuat pemakainya tidak perlu khawatir layar ponsel tergores.

  1. Kamera dengan Fitur nan Melimpah

Sebagaimana saya, banyak pengguna yang mengandalkan smartphone-nya untuk mengabadikan berbagai momen atau objek untuk berbagai kepentingan. Saya sendiri, fotografi menjadi keniscayaan untuk mendokumentasikan banyak momen dan objek. Luna Smartphone menjadi pilihan karena melimpahnya fitur kamera di dalamnya.

Fitur kameranya melimpah. Foto dari Duniaku.net

Sektor fotografi memang menjadi perhatian utama Luna Smartphone. Luna dibekali kamera utama dengan resolusi 13 MP yang memiliki aperture F/2.0. Sementara itu kamera depan dengan resolusi tinggi 8 MP dan aperture F/1.8 sangat cocok bagi pecinta selfie.

Software pendukung kameranya juga sangat lengkap. Sebagai berikut:

  • Burst shootuntuk melakukan pengambilan foto secara terus-menerus (bisa lebih dari 100 foto).
  • Best Shot yang melakukan pengambilan foto dan memilihkan hasil terbaik secara otomatis.
  • Mode slow motion untuk membuat video dengan gerakan lambat.
  • Time lapse yang berisi sekumpulan foto dengan periode beraturan yang disusun menjadi klip pendek ala file gambar GIF.
  • Fitur Watermark untuk menandai foto dengan tanggal, cuaca, atau lokasi di mana foto diambil (fitur yang biasanya ada dalam Android Huawei).

Di luar fitur di atas, Luna Smartphone juga dilengkapi fungsi editing foto yang cukup kaya. Seperti dengan adanya object eraser untuk mendeteksi obyek yang bisa dihapus. Ada motion photo untuk membuat obyek bergerak. Serta dynamic lighting untuk mengatur pencahayaan ketika cahaya yang ditangkap kurang.

  1. Ruang Penyimpanan yang Besar

Ini menjadi keunggulan tersendiri. Foxconn memberi solusi yang terbaik di sisi penyimpanan ini karena mereka memberikan angka mulai dari 16 GB sampai 64 GB. Bahkan masih bisa ditambah dengan slot memory micro SD.

Foxconn juga menempatkan strereo di bagian bawah seperti smartphone Apple. Posisi ini dinilai sangat pas karena ketika menonton video, suara dari dalam speaker tidak sampai tertutupi tangan.

  1. 4G dan Fleksibel dengan 2 SIM

Satu lagi yang membuat Luna Smartphone memiliki keunggulan dibandingkan iPhone 6s. Yakni konektivitasnya yang fleksibel. Jika Apple hanya memberi satu slot kartu karu nano SIM, maka Foxconn menyematkan dua slot kartu SIM, yang juga bisa digunakan di jalur data 4G LTE. Selain menggunakan mobile data, kita juga bisa berkomunikasi nirkabel menggunakan beberapa sarana konektivitas lainnya, seperti Bluetooth, WiFi, dan bahkan juga NFC.

Konektivitasnya yang fleksibel. Foto dari Duniaku.net

Masih banyak lagi keunggulan Luna Smartphone yang bisa dieksplore lagi. Namun yang saya sebut di atas adalah kisi-kisi keunggulan Luna yang secara prioritas memantik saya untuk memilikinya. Dengan kualifikasi seperti itu, Luna menjadi smartphone pilihan dan banyak membantu kebutuhan aktivitas kita sehari-hari. Dengan Luna, kita terbantu menjadi gravitas dunia yang mempesona…

Smartphone Luna kini telah hadir di Indonesia. Info selengkapnya tentang Luna Indonesia bisa diperoleh di website resmi: http://luna.id/

Semoga bermanfaat!* (Kangasti.com)

Sumber:

  1. https://www.droidlime.com
  2. http://www.duniaku.net
Facebook Comments

Author

badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com

Comments

Rendi
April 21, 2017 at 5:46 am

Sangat menginspirasi…



April 21, 2017 at 6:28 am

Ulasannya sangat menarik dengam gaya gaya kata kata yang meng inspirasi dan syarat makna



Budi
April 21, 2017 at 7:38 am

Dahsyat kisahnya bos…jempol!



Siti
April 21, 2017 at 7:44 am

Panjang banget tulisannya, tpi karena ditulis dg kalimat yg enak, jdi renyah aja ngebacanya..sukses selalu pak



Solekan Anwar Firdos
April 21, 2017 at 7:49 am

Great story..hanya bisa mendoakan semoga selalu istiqomah pak…matur suwun sdh menginspirasi dan memotivasi sy selama ini…



Edy susanto
April 21, 2017 at 8:00 am

Portofolio yang luar biasa.. Lanjutkan..



April 21, 2017 at 11:25 am

Smartphone luna emang keren, kameranya itu lho setara iPhone 6S. Kalau saya punya smartphone ini, aktifitas ngeblog saya pasti akan semakin terdukung. Secara kan ngeblog itu bukan hanya tentang menulis, namun juga tentang fotografi.



maryadi
April 21, 2017 at 11:27 am

Semangat terus pak, mantap…



Aring
April 22, 2017 at 9:26 am

Ada kah nama q d sebut hahahha



Tinggalkan Balasan ke Rendi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *