Peluang dan Tantangan Menulis Buku Penunjang Pelajaran

Seorang guru setiap hari berkutat dengan ilmu pengetahuan yang ditularkan untuk para muridnya. Pengetahuan itu sebenarnya merupakan “bahan baku” yang siap “dimasak” (baca: diolah)  menjadi aneka tulisan (buku) yang bermanfaat. Ada dua jenis buku yang bisa ditulis atau disusun oleh seorang guru, yakni:

  • Buku teks ajar/buku pelajaran
  • Buku penunjang pelajaran

Jenis buku yang pertama bukan kompetensi saya untuk membicarakannya, karena saya bukan seorang guru. Menulis buku teks ajar (buku pelajaran) harus memperhatikan kaidah-kaidah tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam kesempatan ini, peluang kedua yang ingin saya bahas dan tawarkan kepada Anda semua, yaitu menulis buku penunjang pelajaran. Apa itu buku penunjang pelajaran?

Secara sederhana, buku penunjang pelajaran adalah buku yang dijadikan sebagai materi penunjang dan bahan pengayaan bagi murid atau peserta didik. Dengan definisi sederhana ini, maka buku penunjang pelajaran bisa diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Buku penunjang yang secara langsung menunjang pembelajaran sekolah (pendamping teks buku pelajaran).
  • Buku penunjang yang berfungsi sebagai bacaan pengayaan pengetahuan siswa.

Buku penunjang yang pertama, umumnya berupa ringkasan/intisari, bank soal, dan pembahasan. Buku penunjang pelajaran jenis ini berisikan ringkasan/intisari pelajaran sesuai tingkatan pendidikan, dengan dilengkapi atau tidak dengan kumpulan soal dan pembahasan. Misalnya:

  • Kumpulan Rumus Matematika
  • Intisari Fisika/Biologi untuk SMP
  • Kumpulan Peribahasa
  • Mengenal Pantun
  • Mahir Bahasa Inggris
  • Dll.

Sedang buku penunjang pelajaran yang kedua adalah naskah yang bersifat pengayaan atas materi buku-buku teks untuk memperkaya wawasan siswa, misalnya disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan tentu lebih up to date. Misalnya:

  • Fakta Unik Dunia Binatang (Biologi)
  • Kumpulan Tokoh Fisika dan Biologi
  • Jarimatika: Teknik Berhitung Mudah dan Menyenangkan dengan Menggunakan Jari-jari Tangan (Matematika)
  • Tips dan Trik Dahsyat Menghitung Cepat (Matematika)
  • Dll.

Saat mengisi diklat penulisan buku penunjang pelajaran yang diikuti para guru. Foto dokumen pribadi.

Bagaimana prospek dari penulisan buku-buku penunjang pelajaran sekolah? Jawabannya: sangat prospektif. Apa pasal? Karena buku-buku penunjang pelajaran memiliki ceruk pasar yang jelas dan sekaligus luas. Dua hal ini, jelas dan luas, menjadikan penerbitan buku, baik teks ajar maupun buku penunjang pelajaran, menjadi terus berkembang dan menggiurkan sekaligus menjanjikan.

Kalau mau dihitung, berapa jumlah siswa (SD, SMP, dan SMA) di seluruh Indonesia? Ada puluhan ribu, bahkan ratusan ribu. Hal ini tentu merupakan pangsa pasar yang sangat menggiurkan dan menjanjikan dalam perspektif sebuah penerbitan.

Di Indonesia, yang tingkat membaca masyarakatnya bukan tergolong tinggi, buku laku beberapa ribu saja sudah menyenangkan dan buru-buru dicap best seller. Maka dari itu, melihat segmentasi pasar yang jelas dan luas seperti itu, penerbitan buku-buku penunjang pelajaran akan tetap mendapatkan tempat dan akan selalu prospektif selama masih ada proses belajar-mengajar di sekolah.

Para guru, yang notabene merupakan pelaku yang terlibat langsung dalam proses transfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya, seharusnya dapat melihat hal ini dengan baik sebagai sebuah peluang dan tantangan. Bagaimana para guru? * (@Kang Asti)

*Sumber foto feature: dutailmu.co.id

Facebook Comments

Tentang Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Tulisan ini dipublikasikan di Bilik Literasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *