Siasat Menulis Buku Secara Nyicil

Ternyata, tak hanya utang di bank atau koperasi yang bayarnya bisa dikredit alias dicicil. Menulis buku juga bisa dicicil loh. Bagaimana caranya? Sahabat saya, seorang penulis produktif, Agus M. Irkham, dalam buku yang ditulisnya berjudul Best Seller Sejak Cetakan Pertama menyatakan, “Jika Anda ingin sekali menulis buku utuh, tapi merasa tidak mempunyai kesabaran yang cukup untuk menyelesaikannya dalam sekali pukul, cobalah menulis artikel. Tapi Anda harus setia menekuni satu tema tertentu. Jangan kemaruk, dengan mengomentari semua hal. Kirim artikel Anda itu ke media. Boleh media tingkat nasional, atau lokal sekalipun”.

Nah, tulis Agus lebih lanjut, pada jumlah tertentu artikel Anda yang telah dimuat media, dapat Anda sunting menjadi satu buku. Tak soal orang menyebut buku yang Anda hasilkan adalah buku yang bukan buku. Yang penting, Anda sudah menerbitkan buku.

“Anggap saja buku itu sebagai proyek pecah telur, guna memberikan semangat untuk menulis buku yang benar-benar buku,” tulis eksponen Forum Indonesia Membaca! Ini.

Ya, Agus benar. Dan apa yang disampaikannya itu, saya menyebutnya sebagai salah satu siasat jitu menulis buku secara kredit atau nyicil.

Fenomena buku yang di dalamnya ‘hanya’ berisi kumpulan artikel atau makalah seperti itu sudah sejak lama ada. Penerbit Mizan (Bandung), dalam amatan saya, adalah salah satu pelopor penerbitan buku-buku yang sering disebut sebagai book is not book itu. Di awal-awal pendiriannya pada tahun 1980-an, penerbit ini banyak menerbitkan buku-buku karya para tokoh yang disunting dari berbagai artikel atau makalah mereka.

Sebut saja buku berjudul Islam Aktual, Refleksi Seorang Cendekiawan Muslim karya pakar komunikasi dari Bandung, Jalaludin Rakhmad, M.Sc. Buku ini adalah kompilasi artikel-artikel Jalaludin Rakhmad yang pernah dimuat di beberapa koran seperti harian Gala, Kompas, Jawa Pos, dan lain sebagainya.

Buku Jalaludin Rakhmad lainnya, seperti Islam Alternatif, Ceramah-Ceramah di Kampus juga setali tiga uang. Buku ini juga merupakan hasil kompilasi, namun bukan dari artikel-artikelnya yang dimuat di koran, namun dari makalah-makalah yang pernah dipresentasikannya dalam berbagai event diskudi dan seminar di berbagai kampus.

Selain Jalaludin Rakhmad, penerbit Mizan juga menerbitkan buku kompilasi artikel atau makalah dari para tokoh ternama lainnya seperti: M. Quraish Shihab, M. Amin Rais, Kuntowijoyo, Emha Ainun Najib, dan lain sebagainya.

Fenomena penerbitan “buku yang bukan buku” seperti itu juga banyak kita jumpai saat ini. Saat ini, di pasaran banyak kita jumpai buku-buku yang ‘hanya’ berisi kompilasi tulisan. Beberapa buku karya para tokoh ternama seperti Hermawan Kartajaya (pakar marketing), Rhenald Kasali (pakar bisnis), Andreas Herefa (motivator), M. Anis Matta (politisi), dan tokoh-tokoh lainnya, adalah kompilasi dari artikel-artikel kolom mereka yang pernah dimuat di media massa.

Bahkan, buku semacam itu, saat ini tidak hanya monopoli para tokoh terkenal saja. Siapa pun, termasuk penulis pemula, bisa menerapkan langkah serupa. Bahkan tulisan-tulisan yang dikompilasi tidak harus terlebih dulu dimuat di media massa ‘profesional’ (baca: media mainstream) seperti Kompas, Jawa Pos, Republika, Suara Merdeka, dan media profesional lainnya. Namun, tulisan itu bisa juga berasal dari tulisan-tulisan yang pernah diposting di media-media gratisan di internet seperti blog atau catatan-catatan (notes) di facebook. Termasuk juga tulisan-tulisan yang pernah diposting di citizen media seperti Kompasiana.

Cover buku “Menempuh Jalan ke Surga”

Saya sendiri pernah menerapkan langkah serupa. Salah satu buku saya yang telah beredar luas di TB. Gramedia dan toko buku lainnya di Indonesia berjudul Menempuh Jalan ke Surga, Catatan Motivasional yang Menggugah Jiwa dan Meneguhkan Iman, adalah hasil kompilasi dari notes yang pernah saya posting di akun facebook saya dan mendapat respons positif dari banyak teman.

Sepanjang tahun 2009, secara ‘nyicil’ alias secara berkala (seminggu sekali atau dua kali), saya memang aktif memposting notes yang mengerucut pada satu tema, yakni motivasi ibadah. Pada awalnya saya tidak merencanakannya untuk mengkompilasi tulisan-tulisan itu dalam satu buku.

Namun, ketika notes saya itu sudah mencapai 40 tulisan, baru terpikirlah untuk mengkompilasinya dalam sebuah buku. Lalu saya sunting tulisan-tulisan itu. Judulnya saya formulasi dari benang merah keseluruhan artikel yang ada dalam buku tersebut, yakni Menempuh Jalan ke Surga. Lalu saya kasih sub judul Catatan Motivasional yang Menggugah Jiwa dan Meneguhkan Iman.

Naskah tersebut saya kirim ke penerbit Quanta, imprint dari penerbit Elex Media Komputindo (Kompas-Gramedia Group) dan di-acc. Lalu terbitlah buku tersebut, dengan judul sama, pada Oktober 2014, dan beredar luas di TB Gramedia dan toko buku lainnya.

Buku saya lainnya yang merupakan kompilasi artikel adalah berjudul ‘Membumikan’ Takwa. Buku yang saya terbitkan lewat lembaga penerbitan saya sendiri, yakni Hanum Publisher, pada Maret 2016 itu, adalah kompilasi artikel-artikel saya yang pernah dimuat di beberapa koran seperti Suara Merdeka, Koran Muria, majalah Mutiara, dan Suara Hidayatullah.

Nah, bila Anda adalah tipe orang yang super sibuk dengan waktu terbatas, atau merasa tidak punya stok kesabaran untuk menulis buku dengan sekali pukul, atau memang sekadar sebagai siasat saja, pilihan menulis buku kumpulan tulisan adalah siasat jitu dan layak dipertimbangkan.

Bila Anda tertarik, Anda cukup melakukan satu hal saja, yaitu mengagendakan untuk memosting tulisan-tulisan dengan topik sama. Seminggu satu atau dua artikel, tak terasa tiga atau empat bulan ke depan, akan terkumpul sejumlah artikel yang bisa disunting menjadi buku. Bagaimana? Anda tertarik mencobanya? Selamat berkarya!* (@Kang Asti)

*Sumber foto feature: google image

Facebook Comments

Tentang Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Tulisan ini dipublikasikan di Bilik Literasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *