Memotivasi Para Siswa Menjadi Penulis di Perpusda Grobogan

Dalam rangka pekan perpuseru dan peringatan hari berkunjung perpustakaan, Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan menggelar acara seminar bertema “Aku Bisa Menulis” pada Kamis (14/9) bertempat di aula setempat.

Kegiatan yang diharapkan dapat memotivasi siswa untuk menjadi penulis dengan karya-karya yang penuh inspirasi itu, diikuti puluhan siswa perwakilan dari SMA/SMK/MA se-Kecamatan Purwodadi dan sekitarnya.

Oleh panitia, saya dihadirkan untuk menjadi narasumber dalam seminar tersebut. Sudah lama saya tidak mengisi event kepenulisan dengan audiens pelajar SMA atau sederajat, jadi serasa agak kikuk, tak seleluasa ketika mengisi di kalangan mahasiswa atau umum. Tapi segera saja saya bisa menguasai keadaan.

Menulis Itu Tidak Mudah Tapi Bisa Mudah

Seminar sebelumnya dibuka oleh Kabid Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan, Pak Mublak Purbiantoro. Dalam sambutannya, Pak Mublak menyatakan apresiasi atas diselenggarakannya seminar kepenulisan yang bertujuan untuk melatih kemampuan menulis para peserta yang terdiri dari kalangan pelajar. Dari seminar ini ia berharap muncul calon-calon penulis dari Kabupaten Grobogan yang produktif dalam menghasilkan karya-karya tulis yang bermanfaat.

Menurutnya, menulis sebuah karya (seperti novel) memang bukan perkara yang mudah, namun bisa dilakukan dengan tekad yang kuat dan tekun berlatih. Sehingga pada akhirnya nanti menulis akan menjadi mudah untuk dilakukan.

Kabid Perpustakaan Bapak Mublak Purbiantoro (dua dari kiri) saat memberi sambutan dan membuka acara seminar.

Saya sendiri dalam kesempatan itu lebih banyak memberikan suntikan motivasi dengan menjelaskan manfaat menulis dari berbagai sisi, mengulas proses kreatif yang biasa dijalani oleh para penulis, dan kiat-kiat menulis.

Di antaranya saya sampaikan, dunia menulis adalah dunia yang sangat luas yang bisa dimasuki oleh siapa pun, dengan latar belakang pendidikan dan profesi apapun. Dokter, dosen, pengusaha, ulama, guru, dan seterusnya, dapat menjadi penulis. Bahkan dengan menghasilkan karya tulis, bisa menjadi personal branding bagi profesi masing-masing.

Baca juga: Berbagi ‘Ilmu Menulis’ Kepada Para Pegiat Literasi di Grobogan

“Jadi kalian yang tidak secara spesifik bercita-cita menjadi penulis, tetapi bercita-cita menjadi dokter, dosen, polisi, bahkan tentara, tetap bisa menjadi penulis, dan menulis akan menjadikan kalian lebih dahsyat di bidang masing-masing,” kata saya.

“Kalau kamu jadi dokter misalnya, dan menulis, maka kamu akan memiliki performa dan kharisma yang lebih hebat di mata publik dibanding dokter yang tidak menulis. Begitu seterusnya,” kata saya lebih lanjut.

Menulis, Prospektifkah?

Berpose bersama seusai acara seminar. Saya sebagai narasumber menerima bingkisan dari sponsor yang diserahkan oleh Bu Arifah sebagai panitia.

Setelah paparan materi, oleh moderator Bunda Tulus Kurniawati, para peserta diberi kesempatan bertanya kepada narasumber. Sejumlah pertanyaan pun muncul, antara lain: apakah penghasilan dari menulis itu menjanjikan atau tidak, bagaimana memulai menulis, dan bagaimana mengatasi kendala menulis seperti tiba-tiba mentok saat menulis.

Saya nyatakan, menjadi penulis prospektif atau tidak dari sisi penghasilan, tergantung sejauh mana seorang penulis itu produktif menghasilkan karya-karya kreatif yang berkualitas, sehingga karya-karyanya bisa membukukan penjualan yang bagus atau best seller.

Sedang persoalan-persoalan kendala menulis seperti kesulitan memulai menulis dan kesulitan mengekspresikan ide ke tulisan, saya katakan, itu semua adalah kendala-kendala yang biasa dijumpai oleh para penulis pemula.

Solusinya adalah, kata saya lebih lanjut, terus berlatih menulis tanpa mudah putus asa dan rajin membaca. Dengan banyak membaca dan tekun berlatih menulis, maka kendala-kendala menulis akan teratasi dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Begitu, in syaa Alloh.* (Kangasti.com)

Facebook Comments

Tentang Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Tulisan ini dipublikasikan di News dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *