You cannot copy content of this page

Panduan Mengelola Media Online

Kaver buku “Jurnalistik Online”

Perkembangan internet telah merevolusi banyak sisi kehidupan manusia modern di hampir semua bidang, termasuk di bidang jurnalistik. Fenomena media online atau jurnalistik online melalui internet telah melahirkan praktik jurnalistik yang berbeda secara signifikan dari jurnalistik konvensional melalui media cetak seperti surat kabar dan majalah.

Dari sisi karakter, jurnalistik online relatif lebih unggul dari jurnalistik konvensional. Jurnalistik online memiliki immediacy atau kecepatan dalam menyampaikan informasi. Update informasi bisa dilakukan dalam hitungan menit setelah kejadian. Perkembangan informasi atas suatu kejadian juga bisa dilaporkan secara cepat dari menit ke menit atau dari jam ke jam.

Jurnalistik online juga lebih mudah diakses oleh banyak orang di berbagai belahan dunia, di samping memungkinkan interaksi atau feedback secara langsung dari para pembaca melalui kolom komentar. Keunggulan lain adalah dari sisi konten, di mana jurnalistik online dapat menyajikan gabungan teks, gambar, audio, video, dan grafis.

Perkembangan menarik lain sebagai berkah dari adanya media online adalah tumbuhnya partisipasi warga masyarakat dalam proses jurnalisme. Istilah yang populer adalah citizen journalism atau jurnalisme warga. Secara sederhana, jurnalisme warga adalah laporan by the people (oleh publik) atas sebuah peristiwa atau kejadian dalam sebuah produk jurnalistik.

Adanya jurnalisme warga ini memungkinkan setiap warga masyarakat berperan aktif dalam proses jurnalisme, meliputi pengumpulan, penulisan, analisis, serta diseminasi berita dan informasi. Dengan begitu, setiap warga masyarakat tanpa terkecuali dapat berperan sebagaimana layaknya seorang wartawan atau jurnalis.

Saat ini citizen journalism kian mendapat tempat ketika situs-situs berita ternama seperti Kompas dan Liputan6 (SCTV) menyediakan fasilitas blog bagi pembacanya, yakni Kompasiana dan Citizen6. Bahkan saat ini mucul banyak media online, baik yang dikelola secara profesional oleh media mainstream seperti kompas.com dan jawapos.com, maupun yang dikelola masyarakat dan LSM dengan berbasiskan citizen journalism.

Fenomena jurnalistik online dan citizen journalism melalui media online ini harus disikapi dengan bijak. Banyak tantangan yang masih harus dihadapi pengelola media online, jurnalis online, maupun pegiat jurnalisme warga. Di antara tantangan itu adalah bagaimana mengelola media online dengan baik, menyajikan berita atau tulisan yang sesuai dengan karakter media cyber, kode etik jurnalistik online, hingga bagaimana meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web atau media online yang dikelola atau yang biasa disebut dengan istilah SEO (Search Engine Optimization).

Asep Syamsul M. Romli dalam buku yang berjudul Jurnalistik Online: Panduan Praktis Mengelola Media Online ini menjawab kebutuhan dan tantangan para pengelola dan jurnalis media online sebagaimana yang disebutkan di atas. Buku ini tidak hanya membahas secara teoritis-konseptual pernik-pernih tentang istilah jurnalistik online, citizen journalism, dan media online, namun juga memandu secara praktis-aplikatif hampir seluruh kebutuhan bagaimana mengelola media online dengan baik.

Meski secara teknik, menulis di media online dan media cetak sama dalam hal gaya bahasa, namun media online tetap memiliki karakter yang khas, misalnya ditilik dari karakter pengguna (user). Asep menyatakan, umumnya pengguna (user) media online membaca secara cepat, utamanya karena faktor “daya tahan mata” atau “ketahanan membaca” di depan layar monitor yang terbatas. Ada juga kemungkinan “terburu-buru” karena mahalnya biaya koneksi (pulsa internet/modem).

Selain itu, pembaca media online umumnya melakukan “scanning” (membaca sepintas kilas, misalnya pada judul berita), lalu memutuskan bagian mana dari teks atau halaman yang mereka pindai untuk diberi perhatian dan waktu lebih (dibaca tuntas).
Dengan demikian, berbeda dengan teks atau naskah di media cetak yang disajikan untuk “dibaca”, naskah di media online tersaji untuk dipindai lebih dulu, lalu dibaca atau diabaikan. (hlm. 54). Karenanya, formulasi dasar menulis untuk media online harus sangat jelas, singkat, informatif, dan menarik untuk kedua jenis pengunjung web—manusia dan mesin pencari (search engine). (hlm. 57).

Buku ini sangat penting sebagai rujukan dan panduan praktis bagi para pengelola dan jurnalis media online agar dapat menyajikan informasi yang baik, cepat, akurat, dan dibaca secara luas oleh masyarakat.* (Kang Asti)

Data Buku:
Judul: Jurnalistik Online: Panduan Praktis Mengelola Media Online
Penulis: Asep Syamsul M. Romli
Penerbit: Nuansa Cendekia, Bandung
Terbit: Pertama, November, 2012
Tebal: 127 hlm

Koran Muria, edisi Minggu, 20 April 2014
Facebook Comments

Author

badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *