You cannot copy content of this page

Berbagi Inspirasi di Workshop Gerakan Literasi Sekolah 2018

Saya saat menyampaikan materi di hadapan peserta workshop. Foto dari panita.

Saya bersyukur, bisa ikut terlibat dan dilibatkan dalam sebuah perhelatan bergengsi, yakni gerakan literasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ya, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan selama 3 hari berturut-turut, Jumat-Minggu (23-25/2/2017) menghelat acara Workshop Gerakan Literasi Sekolah 2018 bertema “Implemetasi Gerakan Literasi Sekolah untuk Mewujudkan Grobogan Sebagai Kabupaten Literasi”.

Workshop yang pelaksanaannya didukung oleh Forum Persaudaraan Muslim (FPM) Grobogan dan Forum Silaturahim Sekolah Islam Grobogan (Fossig) itu diikuti sekira 400-an guru se-Kabupaten Grobogan dan digelar di Firdausia Ballroom, Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi.

Workshop menghadirkan pembicara-pembicara yang berkompeten di bidangnya masing-masing, baik dari lokal Grobogan maupun pembicara luar daerah yang bereputasi nasional. Dari lokal, selain Kak Erwin (juru kisah), ada saya yang juga didaulat sebagai pembicara di even tersebut.

Adapun pembicara dari luar Grobogan adalah: penggagas Gerakan Literasi Sekolah DR. Satria Dharma, Satgas GLS Kemdikbud RI DR. Dewi Utama Faizah, pembina FGTB SDN 037 Tarakan Kalimantan Utara Dharma Satria, M.Pd; dan guru berprestasi nasional Amelia T. Kesuma, M.Pd dari Salatiga.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Amin Hidayat, S.Pd, MM, menyatakan, acara workshop yang dihelat ini tidak hanya sekedar program seremonial belaka, namun gerakan literasi ini sungguh-sungguh berusaha menciptakan sinergi antara lembaga pendidikan dengan pihak-pihak yang berkompeten.

Saya (paling kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Kab. Grobogan Amin Hidayat (dua dari kiri) setelah mengisi workshop. Foto dari panitia.

Sebagai bukti komitmen itu, pada pembukaan workshop juga diadakan pengukuhan relawan literasi Grobogan yang nantinya bertugas merintis kampung-kampung literasi. Dan sebagai puncak kegiatan literasi, nantinya akan diadakan festival literasi sekolah yang akan dilangsungkan pada bulan oktober mendatang.

Saya mendapatkan jadwal di hari terakhir workshop, yakni di hari Minggunya, dengan mendapatkan mandat mengisi materi bertema “Menulis dengan Hati” dan sekaligus menyampaikan materi tentang “Step by Step Menulis Artikel Opini”.

Saya diminta untuk  memotivasi peserta untuk menulis sekaligus memandu para peserta untuk praktik menulis seketika itu juga. Hasil tulisan opini peserta itu nanti akan diseleksi dan tulisan-tulisan terbaik akan dibukukan.

Saya senang, sebagai sebuah syiar, para peserta yang mengikuti workshop ini begitu banyak. Tapi saya juga sadar sepenuhnya bahwa tak semua peserta benar-benar punya tekad untuk mewujudkan keinginan menulis setelah workshop nanti, kecuali beberapa peserta saja, yang tunjuk jari saat saya gedor pertanyaan tentang perihal tersebut.

Tapi, bagaimana pun, syiar literasi seperti ini penting dan signifikan, agar virus positifnya tetap menjalar dan menyebar. Salam literasi!* (Kang Asti, www.kangasti.com)

Facebook Comments

Author

badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *