You cannot copy content of this page

Pejuang Literasi Itu Telah Berpulang…. Mengenang Pak Hernowo

Hernowo (Foto: Mizan.com)

Di antara kekuatan dahsyat tulisan adalah, engkau tak perlu bertemu semua orang untuk menginspirasi mereka. Tulisan, apalagi yang dibukukan, akan menjangkau mereka, melintasi ruang dan waktu. Menembus pikiran, hati, dan sanubari mereka.

Itulah yang terjadi pada para penulis, tak terkecuali Pak Hernowo. Meski hingga sekarang saya belum pernah jumpa darat dengan beliau, tapi nama beliau terpatri di hati saya, menjadi salah satu ‘guru imajiner’ saya, lewat buku-buku beliau yang saya akses dan nikmati.

Saya mengenal beliau saat buku pertama beliau  berjudul Mengikat Makna terbit di sekira tahun 2000-an. Saya salah seorang yang membeli buku itu di toko buku Gramedia Pandanaran Semarang dan kemudian banyak terinspirasi.

Setelah itu menyusul buku-buku Pak Hernowo lainnya yang tak kalah lezat, seperti Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza, Langkah Mudah Membuat Buku yang Menggugah, juga buku suntingannya, Quantum Reading dan Quantum Writing.

Buku-buku itu banyak memotivasi saya secara internal dan sering saya jadikan referensi dan bahan ketika saya diundang menjadi pembicara dalam berbagai even literasi seperti seminar membaca dan pelatihan menulis. Bahkan baru kemarin, yakni hari Selasa, 22 Mei 2018, saat saya mengisi seminar motivasi literasi yang diadakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan, beberapa materi saya terinspirasi dari buku beliau.

Pak Hernowo bagi saya adalah pejuang literasi yang konsisten menebarkan virus membaca dan menulis, di antaranya lewat puluhan buku karyanya yang khas, lezat dan bergizi, serta punya daya gugah dosis tinggi. Beliau juga sosok yang rendah hati. Setidaknya saya pernah say hello di media sosial facebook dengan beliau.

Kaver buku Mengikat Makna edisi update.

Yang mengejutkan saya adalah sebuah fakta yang pernah diungkapkan beliau bahwa meski bekerja di penerbit Mizan, tapi bukan berarti beliau diberi kemudahan untuk menerbitkan buku di penerbit tersebut. Ternyata, buku pertama beliau yang best seller dan fenomenal itu, yakni Mengikat Makna, yang terbit pada 12 Juli 2001, sebenarnya ditolak oleh penerbit Kaifa (imprint penerbit Mizan) karena topiknya dianggap tidak ‘sexy’ alias tidak komersial.

Rahasia itu diungkapkan sendiri oleh Pak Hernowo dalam kata pengantarnya di buku berjudul Self Publishing, Kupas Tuntas Rahasia Menerbitkan Buku Sendiri karya Miftachul Huda (Samudra Biru, Yogyakarta, 2010).

Namun, cerita selanjutnya, beliau tetap diberi peluang untuk bisa menerbitkan bukunya di penerbit Kaifa, asalkan beliau mendapatkan dana produksi untuk pencetakan buku tersebut dengan oplag sebanyak 3.000 (tiga ribu) eksemplar.

Pak Hernowo saat mengisi sebuah seminar menulis. Foto dari ekoprasetyo.gurusiana.id

Beruntung, akhirnya beliau mendapatkan dana dari IKAPI yang bekerja sama dengan Ford Foundation ketika itu dalam program pendanaan  untuk mendanai penerbitan buku-buku yang tidak memenuhi selera pasar, tapi buku itu penting untuk diterbitkan.

Buku itu kemudian best seller dan fenomenal dan sepertinya menjadi tonggak Pak Hernowo berkibar di blantika literasi Indonesia sebagai seorang motivator dan inspirator membaca dan menulis. Saya kira sudah ratusan ribu orang yang terinspirasi dan termotivasi oleh beliau, baik secara langsung melalui pelatihan atau seminar bersama beliau, maupun lewat buku-bukunya.

Namun pagi tadi saya kaget bukan kepalang membaca sebuah status di beranda facebook saya yang mengabarkan beliau telah berpulang. Kamis (24 Mei 2018) sekira jam 20.30 WIB beliau berpulang ke keharibaan-Nya.   Di hari baik (masuk di hari Jumat) dan di bulan pernuh berkah, Ramadan. Beliau boleh pergi, tapi pesan-pesan di bukunya akan terus abadi.

Selamat jalan Pak Hernowo…semoga segala amal kebaikan yang telah Pak Her usahakan selama ini menjadi pemberat timbangan kebaikan di Yaumil Hisab kelak. Aamiin.

Godong, Grobogan, 25 Mei 2018/9 Ramadan 1439 H

(Kang Asti, www.kangasti.com)  

 

Facebook Comments

Author

badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *