You cannot copy content of this page

Catatan Lebaran 1439 H, Meneguhkan Makna Silaturahim (2-Habis)

Silaturahim keluarga di hari lebaran. Foto dari google image

Manusia tidak terlepas dari dosa maupun kesalahan sehingga menyebabkan putusnya hubungan. Di titik inilah silaturahim mempunyai peran penting dalam menyambung kembali apa-apa yang telah putus tersebut. Lebaran merupakan momen yang paling tepat jika di hari-hari lain belum mampu menyambungkan apa yang telah putus. Energi kembali ke fitri turut mendorong manusia untuk berlomba-lomba mengembalikan jiwanya pada kesucian. Idul Fitri-lah yang mampu melakukannya. (Dr. Quraish Shihab, pakar tafsir al-Quran Indonesia).

Baca catatan sebelumya: Catatan Lebaran 1439 H, Meneguhkan Makna Silaturahim (1)

Apa yang diuntai oleh Dr. Quraish Shihab yang saya kutip di atas, menemukan konteksnya pada even pertemuan halal bihalal keluarga yang telah menjadi rutinitas tahunan di internal keluarga kami. Baik dari keluarga istri maupun keluaga saya, halal bihalal keluarga dijalin setiap lebaran dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Selain berguna untuk mengokohkan tali silaturahim, membangun hubungan kekerabatan yang lebih intens, medium saling maaf-memaafkan, halal bihalal keluarga juga berfungsi sebagai wahana tawashaw bilhaq atau nasehat-menasehati dalam kebenaran dan amal saleh.

Setidaknya itulah yang terjadi pada setiap pertemuan halal bihalal keluarga besar Simbah Tarmuji bin Sutodrono, yang tak lain adalah keluarga dari garis keturunan kakek saya dari ayah. Pertemuan yang dihelat setiap tanggal 3 Syawal itu selalu dimanfaatkan untuk memberikan pesan-pesan keagamaan bagi seluruh keturunan Simah Tarmuji.

Suasana pertemuan halal bihalal keluarga besar Simbah Tarmuji. Foto dikumen pribadi

Baca catatan sebelumya: Catatan Lebaran 1439 H, Meneguhkan Makna Silaturahim (1)

Ayah saya—sehari-hari saya biasa memanggilnya Bapak, KH. Ahmad Syahudi, yang biasanya didapuk untuk memberikan pesan-pesan itu. Seperti pada lebaran tahun ini, Bapak sebagai pemberi pesan, mengingatkan kembali agar seluruh keturunan Simbah Tarmuji selalu mengutamakan ibadah. Jangan pernah ada anak keturunan Bani Tarmuji yang tak berpuasa dan meninggalkan salat. Demikian, nasehatnya.

Pesan-pesan itu kemudian dikukuhkan kembali oleh Drs. H. Ahmad Sholeh, M.Ag, kakak sepupu saya, yang didaulat khusus mengisi taushiyah. Ohya, pertemuan halal bihalal keluarga besar Simbah Tarmuji pada lebaran tahun ini digelar di rumah Kyai Abdul Mughni yang beralamat di Dusun Piton, Kel. Kunden, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Pakdhe Mughni, begitu saya biasa menyapanya, adalah satu-satunya kakak dari bapak saya yang masih hidup.

Sebagaimana arti shilat yang berakar dari kata washl yang berarti “menyambung” dan “menghimpun”, pertemuan halal bihalal keluarga pada realitasnya memang terbukti berfungsi menyambung dan menghimpun anggota keluarga yang berserak tempat tinggalnya. Sehingga makin kokoh hubungan silaturahimnya meski berjauhan.

Namun lebih dari itu, pertemuan halal bihalal keluarga semacam ini sesungguhnya juga menjadi majelis ilmu dan iman untuk menyuplai nutrisi otak dan ruhani untuk semakin menyuburkan iman di hati. Agar ibadahnya istiqamah. Hidupnya penuh berkah. Meninggalnya husnul khatimah. Bi’idznillah. Aamiin aamiin aamiin.

Halal Bihalal Keluarga Besar Simbah Martodipuro

Hari Ahad, 3 Syawal 1439 H kali ini termasuk spesial. Karena dua pertemuan keluarga diadakan pada hari tersebut. Pagi sampai siang pertemuan keluarga saya dari garis ayah, yaitu keluarga besar Simbah Tarmuji. Siangnya sampai sore dihelat pertemuan halal bihalal keluarga saya dari garis ibu, yakni keluarga besar Simbah Martodipuro Sirin plus Simbah Bejo.

Suasana pertemuan halal bihalal keluarga besar Simbah Martodipuro Sirin. Foto dokumen pribadi

Pertemuan halal bihalal keluarga Simbah Martodipuro Sirin digelar di rumah orangtua saya di Dusun Beru, Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Alhamdulillah, hampir seluruh keluarga hadir. Suasana berlangsung santai, sederhana, tapi khidmat dan gayeng.

Sebagai koordinator keluarga, bagi saya, ini momentum keluarga besar Simbah Martodipuro Sirin dan Simbah Bejo untuk mengonsolidasi diri mengokohkan tali silaturahim dan memaknainya sesuai doktrin syariat.

Silaturahim, kata saya, adalah doktrin Islam yang sering disalahpahami. Maknanya sering diperluas hingga menembus batas-batas keluarga. Padahal makna silaturahim hanya sebatas pada hubungan tali rahim atau tali kekerabatan. Bukan silaturahim namanya bila berkunjung ke rumah orang yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan. Dan bukan silaturahim namanya bila tidak ada yang putus, karena makna silaturahim adalah menyambung dari yang putus.

Pada makna seperti itulah kita memaknai saat kita membaca hadits-hadits yang terkait dengan keutamaan silaturahim. Seperti hadits yang menyatakan keutamaan silaturahim yang antara lain akan memperluas pintu rezeki dan memanjangkan usia.

Pada makna itu pula yang harus kita letakkan saat membaca hadits tentang ancaman bagi orang-orang yang memutus tali silaturahim, yakni laa yadkhulunal jannah (tidak akan masuk surga).

Acara halal bihalal keluarga besar Simbah Martodipuro Sirin kali ini berlangsung lebih meriah dan penuh gelak tawa. Di antaranya karena di akhir acara ada pembagian doorprise persembahan dari Toko Almadina, salah satu toserba yang dikelola oleh salah satu cucu Simbah Martodipuro Sirin, yaitu Solichati, SAg dan suaminya, Farkhan Munirus Su’aidi, S.Ag.

Ke depan diharapkan acara pertemuan halal bihalal keluarga bisa berlangsung lebih khidmat dan semarak lagi. Sehingga pertemuan itu bisa lebih membuncahkan berkah dan menelusupkan makna yang mendalam di hati sanubari seluruh anggota keluarga.* (Kang Asti, habis)

Facebook Comments

Author

badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *