Serunya Workshop Menulis dan Menerbitkan Buku di SDIT Az-Zahra Demak

Suasana workshop. Saya saat menyampaikan materi. Foto istimewa.

Seru. Itulah satu kata yang menggambarkan suasana Workshop Gerakan Literasi Sekolah yang dihelat oleh SDIT Az-Zahra Demak pada Senin, (9/7/2017) di gedung setempat. Workshop yang mengambil tema “Menulis dan Menerbitkan Buku” itu diikuti 25 orang perwakilan guru di lingkungan Yayasan Az-Zahra Demak.

Tujuan dihelatnya workshop sebagaimana dinyatakan oleh Kepala SDIT Az-Zahra Demak Sa’diyah, S.Pd, M.Pdi, adalah dalam rangka untuk membekali skill menulis buku kepada para guru di lingkungan Yayasan Az-Zahra Demak, yaitu sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para tenaga pendidik sekaligus bagian dari gerakan literasi sekolah.

Menurutnya, selama ini kegiatan literasi sekolah masih pada tahap menggiatkan minat baca anak didik terutama sebelum jam pelajaran dimulai. “Dengan diadakannya workshop menulis dan menerbitkan buku, diharapkan menjadi gebrakan di awal tahun pelajaran untuk memacu para guru menghasilkan karya, di antaranya berupa artikel, modul/diktat pembelajaran, atau bahkan menulis buku untuk diterbitkan,” tuturnya.

Kepala SDIT Az- Zahra Demak, Sa’diyah, S.Pd, M.Pdi, saat memberikan sambutan. Foto istimewa

Saya yang didaulat untuk mengisi workshop tersebut, sejak awal menyampaikan bahwa menulis itu memiliki manfaat yang banyak bagi pengembangan diri seorang guru. Saya katakan,

“Guru yang menghasilkan karya buku dengan guru yang tidak memiliki karya buku itu beda. Guru yang menulis akan menjadi guru yang kreatif dan dinamis, karena saat menulis ia telah menaklukkan kemalasan, melewati kesabaran membaca dan berburu referensi, serta kesungguhan memeras ide untuk sebuah karya”.

Kunci keberhasilan seorang guru menghasilkan karya, selain bekal banyak membaca dan selalu mengikuti arus perkembangan informasi adalah dengan kemauan dan kegigihan. Seperti kutipan motivasi,

Andaikata dihadapkan kepadaku dua orang penulis, maka aku akan memilih  yang paling gigih. Tanpa bakat orang bisa menjadi penulis hebat. Sementara tanpa kegigihan, seorang penulis berbakat tak berarti apa-apa.

Merencanakan Sebuah Buku

Selain teori, berupa motivasi dan kupas pengetahuan terkait proses menulis dan menerbitkan buku dari A sampai Z, yang paling seru adalah sesi praktik merencanakan sebuah buku. Semua peserta saya minta menentukan satu tema yang akan dieksekusi menjadi sebuah buku.

Dari tema yang kebanyakan masih abstrak itu, saya meminta mereka mengkongkritkannya menjadi sebuah judul (buku) yang sifatnya masih tentatif. Kenapa memilih tema itu? Sejauhmana urgensinya bagi pembaca? Adakah pasarnya? Siapa yang menjadi segmentasinya? Dan pertanyaan-pertanyaan lain untuk menguji sebuah tema atau ide layak digagas menjadi sebuah buku.

Seorang peserta (kanan) sedang mempresentasikan dan mengonsultasikan outline buku yang digagasnya. Foto istimewa

Setelah fix, kemudian saya mengajak mereka untuk mengeksplorasi ide yang telah mereka pilih tersebut ke dalam semacam jaring laba-laba, sebagai teknik yang akan membantu mereka menyusun outline (kerangka isi) atas buku yang mereka tulis.

Para peserta begitu bersemangat. Konsultasi dan diskusi seru mewarnai sesi ini. Setelah usai sesi ini, beberapa peserta saya minta maju untuk mempresentasikan calon buku yang telah digagasnya.

Saya senang, beberapa peserta saya nilai telah berhasil menggagas sebuah buku secara baik. Tapi buru-buru saya nyatakan, ini baru gagasan. Ada tahapan yang jauh lebih menantang lagi: yaitu menuliskannya. Inilah tahap menuangkan gagasan yang telah dikonsep sedemikian rupa itu ke dalam tulisan.

Berpose bersama setelah workshop. Foto istimewa.

Saya katakan, dalam proses itu akan banyak hambatan yang akan ditemui, apalagi bagi para pemula. Seperti kebuntuan dalam menulis, dengan berbagai macam bentuknya.

Contoh-contoh kebuntuan menulis itu telah saya sampaikan semua kepada peserta dan tak lupa saya ulas solusinya. Tapi, semuanya berpulang kepada pelakunya. Kegigihan…. lagi-lagi adalah kuncinya. Tidak mudah takluk pada hambatan, terus berusaha mengatasi setiap hambatan, adalah sikap mental positif yang akan memudahkan seseorang menjadi penulis dengan produktivitas karya.

Saya berharap dari workshop ini lahir karya-karya bermutu untuk menyongsong peradaban Indonesia yang lebih hebat di masa yang akan datang. Kami tunggu karya-karyanya ya. Salam literasi!* (Kang Asti, www.kangasti.com)

===============

NB: Bagi lembaga/komunitas/ormas yang ingin mengadakan workshop menulis dan menerbitkan buku atau workshop penulisan artikel opini di media massa dan semisalnya, dan berminat menjadikan kami sebagai fasilitator/narasumber, bisa menghubungi kami via WhatApps: 081347014686 atau e-mail: hanumpublisher@gmail.com

Facebook Comments

Tentang Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Tulisan ini dipublikasikan di Cerita Kang Asti, News. Tandai permalink.

2 Responses to Serunya Workshop Menulis dan Menerbitkan Buku di SDIT Az-Zahra Demak

  1. Edy susanto berkata:

    Mantap, lanjutkan untuk menebarkan kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *