Kesehatan Gigi dalam Doktrin Islam

Kaver Islam dan Kesehatan Gigi

Kaver Islam dan Kesehatan Gigi

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Begitulah doktrin Islam kaitannya dengan memelihara kesehatan gigi dengan cara bersiwak. Memelihara kesehatan gigi memang sangat penting karena mempengaruhi kesehatan seseorang secara umum.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang meremehkan kesehatan gigi. Menurut drg. Bayu Rahadian dalam artikel berjudul Gigi dan Mulut (Sangat) Penting untuk Hidupmu di buku ini, di Indonesia sebagian besar masyarakatnya belum benar-benar memiliki paradigma yang tepat terkait kesehatan gigi dan mulut. (hlm. 3).

Padahal, seperti ditulis drg. Asnur Syamsudin dan Nada Salsabila dalam artikel berjudul Kesehatan Gigi Cerminan Kesehatan Tubuh, kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian tak terpisahkan dengan kesehatan pada sistem organ tubuh lain (kesehatan sistemik). Karena lapisan gigi terdiri dari lapisan email, dentin, pulpa, dan jaringan periapikal, di mana di dalam jaringan pulpa terdapat serabut saraf dan pembuluh darah yang dapat menyebarkan kuman atau bakteri ke sistem organ tubuh lainnya. (hlm.9).

==============================
Judul: Islam dan Kesehatan Gigi
Penulis: drg. Harfindo Nismal, Sp.BM, dkk

Penerbit: Pustaka Al-Kaitsar, Jakarta
Cetakan pertama: Januari,  2018
Tebal: xxiii +209 hlm
==============================

Siwak merupakan salah satu cara menjaga kebersihan dan kesehatan gigi yang dianjurkan dalam Islam. Dalam artikel berjudul Siwak Sebagai Pilihan untuk Menyikat Gigi, drg. Anggra Yudha menyatakan, batang siwak memiliki serat batang yang elastis dan tidak merusak gigi walau di bawah tekanan yang keras. Bahkan, batang siwak yang berdiameter kecil memiliki kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara pas untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dan menghilangkan plak (plaque). Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi. (hlm. 31).

Meskipun demikian, anjuran Nabi saw untuk bersiwak adalah berkaitan dengan perbuatan membersihkan gigi, bukan anjuran untuk menggunakan alat tertentu. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Imam Asy-Syaukani, Ash-Shan’ani, Al-Fauzan, Al-‘Utsaimin, dan para ulama lainnya. (hlm.30). Sehingga menggunakan sikat gigi seperti kebiasaan orang Indonesia bisa menjadi alternatif untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut yang insya Allah juga bernilai sunah.

Buku berjudul Islam dan Kesehatan Gigi yang ditulis oleh para dokter yang tergabung dalam Divisi Kesehatan Gigi (Divisi KG) Islamic Medical Association and Network of Indonesia – Perhimpunan Profesional Kesehatan Muslim Indonesia (IMANI-PROKAMI)  ini sangat cocok sebagai panduan dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut karena cakupan kajiannya yang cukup komprehensif. Apalagi buku ini ditulis oleh orang-orang otoritatif di bidangnya.

Di dalam buku ini, pembaca tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut serta cara merawatnya, namun juga pengetahuan-pengetahuan lain, seperti penggunaan obat kumur, penyebab bau mulut dan solusinya, tanggung jawab orangtua dalam membiasakan perawatan gigi kepada anak, kajian fikih dalam fenomena kesehatan gigi, dan lain sebagainya.

Buku ini juga mengupas kontribusi Islam dalam kedokteran gigi, dan secara khusus mengupas sosok ilmuwan muslim Az-Zahrawi yang memiliki kontribusi besar dalam dunia kesehatan gigi. Menariknya, buku ini juga dilengkapi tanya jawab seputar kesehatan gigi dan mulut yang sering ditanyakan oleh masyarakat. Seperti apakah  gigi yang paling bagus adalah gigi yang paling putih? Apakah makan cokelat pasti merusak gigi? Bagaimana cara menyikat gigi yang baik? Dan pertanyaan lain yang cukup penting diketahui jawabannya.* (Badiatul Muchlisin Asti, penulis lepas dan Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Grobogan)

*Resensi dimuat di Tribun Jateng, edisi Minggu, 29 Juli 2018 dengan tulisan lebih ringkas.

Tribun Jateng, edisi Minggu, 29 Juli 2018

Facebook Comments

Tentang Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Tulisan ini dipublikasikan di Resensi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *