Berkunjung ke Desa Kaligiri, Menyerap Inspirasi Gerakan KIA dan Menyeruput Nikmatnya Wedang Beras Hitam (1)

Berpose di depan BUMDES Mandiri Jaya Desa Kaligiri

Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes adalah sebuah desa yang menjadi percontohan program gerakan peduli kesehatan ibu dan anak. Di desa ini, gerakan peduli kesehatan ibu dan anak tidak hanya terimplementasi dengan baik, bahkan sangat baik. Dipelopori oleh sang motivator bernama Kalimi–seorang perangkat desa, seluruh pemangku kepentingan kesehatan ibu dan anak di desa tersebut bergerak.

Pemerintah desa mengalokasikan sekira 100 juta dari dana desa untuk mengkaver gerakan kesehatan sejak tahun 2017. Desa ini pula pernah mengadakan Festival KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Sejumlah kegiatan digelar di festival tersebut, yakni pengobatan gratis, pelayanan BPJS Kesehatan Mandiri, donor darah, pembagian makanan tambahan, serta pemeriksaan Ultrasonografi (USG) gratis bagi ibu hamil.




Gerakan KIA bahkan telah dinaungi oleh perdes. Ada gerakan infaq bersalin Rp 2000 per kk. Ada sosialisai rutin terkait kesehatan ibu dan anak, juga isu-isu kesehatan lainnya dengan berbasis pengajian ibu-ibu. Ada kelas ayah. Bahkan kepala desanya menghibahkan mobil siaga dan merelakan sebagian sawah bengkoknya untuk dikelola tim KIA, yang perolehan keuntungannya dialokasikan untuk memasok pendanaan gerakan kesehatan ibu dan anak di desa tersebut.

Alhamdulillah, pada Jumat (28/9/2018) saya berkesempatan bersilaturahim ke Desa Kaligiri dan berkesempatan ikut berbagi motivasi terkait kesehatan ibu dan anak pada pengajian Raudlatul Jannah, sebuah pengajian ibu-ibu di Dukuh Slada, Desa Kaligiri. Saya bersama Mas Kalimi, juga Pak Supardi (Kepala Puskesmas Sirampog), Pak Suparto (staf Puskesmas Sirampog), dan Ibu Suwarni (Bidan Desa Kaligiri).

FMM KIA Brebes

Saya (pegang mik) saat berbagi informasi dan inspirasi terkait kesehatan ibu dan anak di pengajian ibu-bu Raudlatul Jannah Dusun Slada, Desa Kaligiri

FMM KIA Brebes

Dari kiri Pak Supardi (Kepala Puskesmas Sirampog), Pak Suparto (staf Puskesmas Sirampog), Ibu Suwarni (Bidan Desa Kaligiri), saya, dan Mas Kalimi (Motivator KIA) berpose setelah mengisi pengajian ibu-ibu Raudlatul Jannah




Kaligiri adalah kampung yang permai. Saya nyaman dengan udaranya yang segar. Air jernih deras mengalir, gemericiknya mengalunkan tembang kedamaian. Semakin kemarau semakin tinggi debit airnya, kata Mas Kalimi. Sebuah karunia yang besar tentunya. Tapi sehari tinggal di Kaligiri juga sebuah tantangan bagi saya.

Medan yang naik turun, membuat pegal kaki bila harus berjalan. Mau menjangkau pengajian ibu-ibu Raudlatul Jannah saja harus mendaki jalan yang menanjak tajam. Aduh, serasa tak kuat kaki ini melangkah. Nafas pula sudah ngos-ngosan hehe.. Tapi semuanya terbayar setelah ketemu ibu-ibu pengajian yang antusias untuk mendengarkan kami berbagi informasi dan inspirasi.

Saya tiba di Desa Kaligiri pada Kamis malam. Setiba di stasiun Bumiayu pada sekira pukul 21.09 WIB, saya langsung dijemput Mas Kalimi dan langsung meluncur motoran menuju Desa Kaligiri. Ternyata perjalanan menuju Desa Kaligiri begitu menantang. Melewati jalan yang berkelok liku, naik turun, sesekali bahkan berkali-kali, membuat jantung saya berdebar lebih kencang.

Malam itu, di Desa Kaligiri yang super dingin, saya menginap di rumah salah seorang saudara Mas Kalimi, yang rumahnya persis depan rumah Mas Kalimi. Malam itu, saya tidur lelap karena capek. Hawa yang sejuk, membuat tidur saya makin lelap.

Saya bangun sesaat sebelum azan Subuh berkumandang. Mengambil air wudlu yang duingiiin banget, lalu bergegas menuju masjid untuk salat Subuh berjamaah.* (Kang Asti, bersambung)

Baca artikel selanjutnya: Berkunjung ke Desa Kaligiri, Menyerap Inspirasi Gerakan KIA dan Menyeruput Nikmatnya Wedang Beras Hitam (2)

Facebook Comments

Tentang Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Tulisan ini dipublikasikan di Cerita Kang Asti. Tandai permalink.

1 Response to Berkunjung ke Desa Kaligiri, Menyerap Inspirasi Gerakan KIA dan Menyeruput Nikmatnya Wedang Beras Hitam (1)

  1. Ping-balik: Berkunjung ke Desa Kaligiri, Menyerap Inspirasi Gerakan KIA dan Menyeruput Nikmatnya Wedang Beras Hitam – Pemdes Desa Kaligiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *