You cannot copy content of this page

Menulis Buku itu Mudah Semudah Memasukkan Gajah ke Dalam Kulkas

Berpose setelah workshop cara mudah menulis buku

Menulis buku itu mudah. Semudah cara memasukkan gajah ke dalam kulkas. Begitu kata saya kepada peserta Workshop Cara Mudah Menulis Buku yang dihelat Hanum Publisher pada Minggu (21/10/2018) di Rumah Kreatif Grobogan, Jl. Di. Panjaitan No. 11 Purwodadi. Bagaimana memasukkan gajah ke dalam kulkas? Mudah saja. Kulkasnya dibuka. Gajahnya diangkat, lalu dimasukkan ke dalam kulkas. Setelah itu, kulkas ditutup. Selesai. Mudah kan?

Pertinyiinnyi, bagaimana kalau gajahnya besar, sedang kulkasnya kecil sehingga tidak menampung sang gajah. Itu persoalan lain. Persoalan yang biasa di lapangan. Bisa disiasati dengan memperbesar kulkasnya alias membuat kulkas raksasa yang bisa menampung gajah. Atau memilih gajah yang kecil yang dapat masuk ke dalam kulkas milik kita.



Apa kaitan soal cara memasukkan gajah ke dalam kulkas di atas dengan cara menulis buku. Gini. Itu hanya pengibaratan saja dari saya. Gajah itu ibaratnya adalah ide-ide, gagasan-gagasan, pengalaman-pengalaman kita, yang ingin kita jadikan atau kita tulis menjadi buku. Sedang kulkas adalah kapasitas atau kemampuan diri kita.

Jadi, menulis buku itu mudah semudah cara memasukkan gajah ke dalam kulkas maksudnya adalah, caranya menulis buku itu memang gampang. Caranya, tinggal tentukan ide yang akan kita tulis untuk buku kita. Konkritkan ide kita, lalu eksplor ide kita itu ke dalam sebuah mind mapping, sehingga akan memudahkan kita menyusun outline calon buku kita.  Setelah itu cari referensi yang diperlukan, sebanyak-banyaknya, untuk memperkaya ide kita, lalu eksekusi alias tulis apa yang sudah kita gagas itu.

Rangkaian proses itulah yang saya sebut sebagai merencanakan sebuah buku secara sistemik. Sangat mudah sekali. Bila disusun, cara mudah menulis buku itu adalah TENTUKAN IDE –> KONKRITKAN –> EKSPLORASI IDE –> SUSUN OUTLINE –> CARI REFERENSI (BILA DIPERLUKAN) –> TULIS  –> EDIT –> SELESAI

Sangat mudah bukan?

Menulis Buku Itu Mudah
Suasana workshop menulis buku di Rumah Kreatif Grobogan




Perjalanan paling krusial dalam proses menulis buku, terutama bagi pemula adalah, seringkali idenya terlalu besar, sedang kemampuan atau kapasitas eksekusinya kecil. Ide itu gajah, adapun kulkas itu adalah kapasitas diri. Titik krusial itu bila tidak segera diatasi seringnya bikin frustasi. Rencana menulis buku tinggal rencana, selamanya akan berupa outline. Tidak selesai-selesai, bahkan sering dilupakan dan tidak lagi pernah ingin menulis.

Ada dua solusi yang ditawarkan, yang pertama adalah memperkecil gajahnya, yang kedua adalah memperbesar kulkasnya. Yang pertama, adalah langkah realistis. Sebagai proyek pecah telur, bagi pemula menulislah yang paling mudah, paling sederhana, sesuai kemampuan realistis kita. Jangan dulu menulis tema-tema besar yang butuh stamina dan energi ekstra untuk menggarapnya.

Yang kedua, adalah langkah idealis. Tema tetap, yang perlu dibesarkan adalah kapasitas diri. Solusi idealis ini butuh stamina dan energi ekstra. Mungkin perlu banyak berburu referensi, perlu data, perlu riset, yang tentu butuh waktu dan kesabaran.

Baca juga: Serunya Workshop Menulis dan Menerbitkan Buku di SDIT Az-Zahra Demak

Solusi idealis hanya untuk mereka yang punya stok kesabaran dan antusiasme yang tinggi. Jangan memaksakan diri bila tidak punya bekal itu, karena ujung-ujungnya akan berhenti di tengah jalan. Lebih baik memilih solusi realistis sambil mengasah ketajaman pena dan habit menulis.

Ada banyak hal tentang dunia buku yang saya bagikan di workshop sehari tersebut. Namun masih banyak lagi yang belum tersampaikan mengingat terbatasnya waktu. Hal itu juga dirasakan oleh para peserta.

“Pelaksanaan workshop ini oke…sudah cukup memberikan support dan merubah mindset. Durasi mohon ditambah.” Tulis seorang peserta.

“Cara penyampaian yang nyantai dan ramah, membuat materi mudah diingat dan ditangkap.” Tulis peserta lainnya.

“Luar biasa. Lanjutkan. Mohon bimbingan privat. Harus terbit.” Tulis peserta lainnya lagi.

Semoga bermanfaat. Salam literasi!

(Kang Asti, www.kangasti.com)



Facebook Comments

Author

badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *