You cannot copy content of this page

Catatan dari Festival Literasi Sekolah 2018 di Kemendikbud, Senayan, Jakarta

Derakan Literasi Sekolah
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, Ph.D. saat membuka acara FLS 2018 di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud, Senayan, Jakarta

Tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Festival Literasi Sekolah (FLS) selama 4 hari, 28-31 Oktober 2018. Kali ini mengangkat tema “Literasi Membangun Pembelajar Sepanjang Hayat” dan berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Festival dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, Ph.D.

Saya hanya bisa mengikuti kegiatan FLS tersebut selama sehari, yakni hari pertama festival berlangsung. Meski hanya sehari, namun saya mendapatkan banyak inspirasi dan pengayaan perspektif yang sangat banyak terkait Gerakan Literasi Sekolah (GLS).




Selain mengikuti prosesi pembukaan, saya juga berkesempatan mengunjungi hampir semua stan yang ikut serta dalam kegiatan festival tersebut. Saya juga bertemu dengan para tokoh dan orang-orang yang selama ini gigih dan konsisten memperjuangkan literasi di tanah air.

Berikut ini beberapa catatan dari sekian catatan selama sehari saya menghadiri FLS 2018.

Bertemu Kang Maman

Gerakan Literasi Sekolah
Berpose dengan Kang Maman di depan stan Tanoto Foundation

Saat mengunjungi stan Tanoto Foundation, secara tidak sengaja saya bertemu Kang Maman alias Maman Suherman. Saya mengenalnya dari acara komedi Trans7, yaitu acara Indonesia Lawak Klub (ILK) di mana Kang maman menjadi notulen di acara tersebut. Sebagai notulen, Kang Maman selalu bisa menjadi narator yang cerdas dan kaya perspektif. Di luar itu, saya mengenal Kang Maman sebagai seorang penulis buku.

Bertemu Bunda Dewi Utama Faizah

Gerakan Literasi Sekolah
Berpose dengan Dr. Dewi Utama Faizah (empat dari kanan) dan Naya (paling kecil)

Saya tahu tentang Dr. Dewi Utama Faizah—kami biasa memanggilnya Bunda Dewi, ketika Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan menggelar acara Workshop Gerakan Literasi Sekolah 2018 pada bulan Februari lalu. Kebetulan beliau adalah pembicara ahli di acara workshop tersebut, karena kapasitas beliau sebagai pakar literasi dan salah satu satgas GLS Kemendikbud.

Baca juga: Berbagi Inspirasi di Workshop Gerakan Literasi Sekolah 2018

Saya sendiri juga menjadi pembicara di acara workshop tersebut, dalam kapasitas sebagai seorang penulis. Namun karena jadwalnya berbeda dan juga harinya berbeda dengan Bunda Dewi, saya tidak bisa bertemu dengan beliau. Namun, kami sering terlibat diskusi dengan beliau di group Whatsapp setelah acara workshop tersebut.

Saya bisa jumpa dengan beliau secara langsung ya di acara Festival Literasi Sekolah 2018 di Kemendikbud, Senayan, Jakarta itu. Bagi saya, beliau banyak memberikan motivasi, inspirasi, dan informasi tentang ruh dan implementasi gerakan literasi sekolah. Sebagai pakar yang memiliki jam terbang sangat tinggi, banyak ilmu yang kami serap dari beliau.

Terima kasih, bunda Dewi. Salam literasi!

Bertemu dengan Naya, si Penulis Cilik

Gerakan literasi Sekolah
Naya saat membubuhkan tanda tangan di buku karyanya

Di FLS, saya juga bertemu dengan Naya, si penulis cilik dari Yogyakarta. Nama lengkapnya Abinaya Ghina Jamela. Siswi Kelas 3 di sebuah SD di Jogja. Secilik itu, ia telah menulis buku berjudul “Resep Membuat Jagat Raya: Sehimpun Puisi” (terbit tahun 2017).

Dari buku yang ditulisnya itu, telah mengantarkan Naya memperoleh sejumlah penghargaan, antara lain Tanah Ombak Award; Penulis Buku Puisi Terfavorit 2017 versi Goodreads Indonesia; Longlits Kusala Khatulistiwa 2017; dan perwakilan Yogyakarta untuk pemilihan Kehati Award kategori Tunas Kehati 2018.

Di acara Festival Literasi Sekolah 2018 di Kemendibud yang berlangsung 28-31 Oktober 2018, Naya memperkenalkan buku terbarunya yang terbit Oktober 2018 berjudul “Aku Radio Bagi Mamaku”.

Saat sedang membubuhkan tanda tangan di bukunya untukku, aku bertanya kepada Naya, kenapa sih kamu itu radio bagi mamamu? Jawabnya, “Karena aku cerewet” hehe…

Saat ini Naya sedang menyelesaikan novel perdananya yang rencananya berjudul “Rahasia Pier Serbo”. Semoga menginspirasi!

Mengunjungi Stan Kaltara

Meski termasuk provinsi baru, Kalimantan Utara (Kaltara) melesat menjadi sebuah provinsi yang maju dan progresif. Dalam konteks GLS, Kaltara telah menjadi role model gerakan literasi sekolah secara nasional. Itu karena Kaltara telah melakukan terobosan-terobosan bagus dalam gerakan literasi sekolahnya. Bahkan istri gubernur Kaltara, Bunda Rita, dinobatkan sebagai Bunda Baca Kaltara dan langsung mengomandoi gerakan literasi di sana.

Gerakan literasi Sekolah kalimantan Utara
Berpose di stan literasi Kalimantan Utara
Gerakan Literasi Sekolah kalimantan Utara
Mendapatkan penjelasan tentang big book dari salah seorang guru Kaltara




Salah satu yang menyedot perhatian dan penasaran saya adalah soal big book sebagai salah satu best practice kegiatan literasi di sana. Big book adalah buku besar karya tangan (handmade) yang dibuat dalam rangka untuk mendukung kegiatan literasi terhadap peserta didik. Big book tidak hanya bisa menjadi solusi bagi terbatasnya bacaan pengayaan untuk siswa, tapi juga ajang kreativitas yang membantu proses pembelajaran.

Salah satu aktivis literasi Kaltara yang saya kenal dan berkesempatan kopi darat adalah Ibu Dharmawati, Kepala SDN 0372 Tarakan. Beliau pejuang literasi yang giat melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah di SD yang beliau pimpin secara mandiri, dengan menggandeng orangtua murid, pengawas, komite, mahasiswa, dosen, serta komunitas literasi yang ada di Kaltara.

Saat bertemu saya, beliau menghadiahi saya sebuah buku karyanya yang berjudul “Di Utara, Banyak yang Ingin Kuutarakan” yang merupakan kumpulan puisi anak. Terima kasih, bu Dharma. Salam literasi!

Mengunjungi Stan SDN Cipedak 03 Jagakarsa Jakarta

Gerakan literasi Sekolah jakarta
Berpose di stan SDN Cipedak 03 bersama kepala sekolahnya Drs. Mokhlas, M.Pd (paling kiri)

Saat mengunjungi stan SD negeri  Cepedak 3, Jagakarsa, Jakarta Selatan, saya bertemu dengan kepala sekolahnya yang visioner bernama Drs. Mokhlas, M.Pd yang ternyata asli Demak, bahkan pernah tinggal di Sendangharjo, Karangrayung, Grobogan.

Yang menarik perhatian saya di stan ini adalah ada produk bir pletok yang didisplay dan buku karya siswa. Ya, SD N Cipedak 3 telah menerbitkan buku kumpulan cerpen, puisi, dan pantun karya siswa yang berjudul “Buku Impianku”. Sebuah langkah yang patut ditiru sekolah lainnya.

Mengunjungi Stan SMP N 1 Purwodadi

Di stan SMP N 1 Purwodadi, satu-satunya stan dari Kabupaten Grobogan

Yang tak kalah penting, dan harus dicatat, adalah saya juga singgah di stan SMP N 1 Purwodadi, alias stan dari daerah sendiri hehe…Ini adalah kali pertamanya Kabupaten Grobogan membuka stan dan satu-satunya stan di Festival Literasi Sekolah 2018 yang dihelat oleh Kemendikbud.

Baca juga: Buku Gempita Gerakan Literasi Sekolah di Kabupaten Grobogan Dilaunching

Harapannya tahun depan, di bawah Kepala Dinas Pendidikannya yang progresif dan visioner, Pak Amin Hidayat, S.Pd, MM, gairah literasi di Grobogan semakin membara, sehingga di FLS tahun depan, Kabupaten Grobogan tidak hanya buka stan, tetapi juga mampu tampil di panggung utama festival dengan karya terbaiknya. Aamiin ya Allah.




Masih banyak lagi sebenarnya yang bisa saya catat dari sehari menghadiri FLS 2018 di Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Seperti banyak mendapatkan buku-buku literasi secara gratis, serunya mengikuti diskusi bersama pakar-pakar literasi seperti  Dr. Dewi Utama Faizah, Pangesti Wiedarti, P.hD, Pratiwi Retnaningdyah, P.hD, dan sebagainya. Namun cukuplah catatan sampai di sini saja, agar Anda pun tak lelah membacanya hehe…

Semoga tahun depan saya bisa kembali menghadiri FLS dan mudah-mudahan catatan sederhana ini bermanfaat dan menginspirasi. Salam literasi!* (Kang Asti, www.kangasti.com)

Facebook Comments

Author

badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *