Tiga Hari di Kudus, Berbagi Motivasi Peran Civil Society dalam Penurunan AKI dan AKB

Kesehatan Ibu dan Anak

Saya saat menyampaikan materi peran Civil Society dalam penurunan AKI dan AKB di Aula Labkesda Kudus

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang “peka” untuk menggambarkan kesejahteraan dan status kesehatan masyarakat suatu negara atau masyarakat. Menunjukkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, kapasitas pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial budaya, serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.




Karena itulah, upaya untuk menekan AKI dan AKB terus dilakukan, tak terkecuali di Kabupaten Kudus. Kabupaten Kudus melalui Dinas Kesehatannya berupaya untuk menekan AKI dan AKB sedemikian rupa, di antaranya dengan berupaya memobilisasi peran masyarakat sipil, karena banyak kasus kematian ibu yang diakibatkan oleh kebiasaan dan gaya hidup masyarakat itu sendiri.

Baca juga: Pertemuan Pemangku Kepentingan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Jawa Tengah

Peran masyarakat sipil itu dibuhul dalam sebuah wadah yang disebut Forum Masyarakat Madani (FMM). FMM sendiri menjadi wadah berkumpulnya representasi berbagai Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di daerah tersebut, sebagai wadah jejaring yang disatukan oleh kepedulian pada isu yang sama, yaitu isu kesehatan ibu dan anak (KIA).

Untuk menguatkan peran itulah, selama 3 hari di awal bulan November 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengundang saya dalam kapasitas sebagai Sekretaris Forum Masyarakat Madani Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FMM KIA) Kabupaten Grobogan untuk berbagi motivasi dan inspirasi terkait peran Civic Forum atau FMM dalam ikut serta menurunkan AKI dan AKB. Saya hadir bersama sahabat saya Nurhayati, Koordinator Bidang Motivator Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA) FMM KIA Kabupaten Grobogan.

Kesehatan Ibu dan Anak

Hari kedua, memberi materi di Aula Puskesmas Gondosari

Kesehatan Ibu dan Anak

Berpose bersama seusai acara di Aula Puskesma Gondosari




Hari pertama, Senin (5/11/2018) saya berkesempatan berbagi materi tentang “Peran Civil Society dalam Penurunan AKI dan AKB” di Aula Labkesda Kudus. Hari pertama itu dihadiri perwakilan dari Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) tingkat Kabupaten Kudus seperti NU, Muhammadiyah, Aisyiyah, Muslimat, Salimah, PKK, GOW, dan elemen masyarakat lainnya serta perwakilan dari berbagai organisasi profesi.

Alhamdulillah, semua sepakat, Forum Masyarakat Madani (FMM) di Kabupaten Kudus harus eksis dan aktif serta berpartisipasi secara intens dalam gerakan kemanusiaan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kudus.

Hari ketiga, memberi materi di Aula Puskesmas Dawe

Hari kedua, Rabu (7/11/2018), pertemuan di adakan di Aula Puskesmas Gondosari. Dan di hari ketiga Kamis (8/11/2018), diadakan di Aula Puskesmas Dawe. Di kedua pertemuan tersebut, dihadiri puluhan ibu-ibu dari PKK, Bhayangkari, Persit, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, NA, dan lain-lain, serta beberapa remaja putri dari IPPNU.

Baca juga: Rapat Kerja FMM KIA 2018: Penguatan Organisasi dan Program

Alhamdulillah, pada kedua pertemuan tersebut, terbentuklah Forum Masyarakat Madani (FMM) Kecamatan Gondosari dan Kecamatan Dawe, yang bersiap menjadi wadah mobilisasi partisipasi warga di bidang peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di kecamatan masing-masing.

Adapun kecamatan lain, menurut Ibu Emilia dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, akan dibentuk pada tahun anggaran 2019. Salam Mak’e bergas, Bayine waras!* (Kang Asti, www.kangasti.com)




Facebook Comments

Tentang Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Tulisan ini dipublikasikan di Cerita Kang Asti, News. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *