You cannot copy content of this page

Kiat Sukses Berjualan “Online” di Media Sosial

Koran Jakarta, edisi Selasa, 2 Juli 2019

Munculnya beragam media sosial telah merevolusi ba­nyak gaya hidup manusia, termasuk dalam berjual beli produk. Dulu, proses transaksi hanya melalui toko konvensional. Kini, tren jual beli bergeser ke arah online. Maka, menjamurlah online shop (penjualnya sering disebut olshoper) yang menjual beraneka produk secara online me­lalui media sosial.

Tren demikian memantik banyak perempuan, utamanya kaum ibu, membuka usaha berjualan melalui on­line shop. Selain modalnya murah, tak mesti punya tempat dan stok produk, juga bisa dikelola secara fleksibel di rumah saja. Modalnya cukup dengan smartphone dan paket internet untuk bisa mengakses media sosial.

Produk juga tak perlu pusing karena banyak produsen yang mem­buka peluang reseller. Berangkat dari reseller, lama-lama bila bisnis online sudah berkembang, bisa berkreasi dan menjual produk sendiri. Kemudahan itulah yang menjadikan banyak kaum ibu milenial yang tertarik berjualan online.

Judul : Kitab Anti PHP, Kitabnya Olshoper Baper
Penulis : Mintika Fatholah
Penerbit : Semesta Aksara
Cetakan ke-1 : 2019
Tebal : xi + 144 hlm
ISBN : 978-623-7108-11-5

Dapat hadiah buku Kitab Anti PHP, Kitabnya Olshoper Baper langsung dari penulis, Mintika Fatholah di sela acara temu penulis




Hanya bekal semangat saja tidak cukup. Berjualan online harus tahu ilmunya, kiat-kiatnya, agar tidak mu­dah baper bila tidak laku, meski sudah gencar berpromosi. Juga jangan mu­dah putus asa bila muncul komentar-komentar negatif di awal-awal merintis bisnis online, baik dari keluarga, sahabat, teman, dan lainnya.

Buku Kitab Anti PHP, Kitabnya Olshoper Baper tidak hanya menawar­kan kiat-kiat sukses berjualan online di media sosial, tapi juga suntikan mo­tivasi dan diperkaya dengan saripati pengalaman sebagai olshoper.

Bagian awal lebih banyak mem­bahas mental dan mindset calon olshoper sukses. Sebab dari sinilah kesuksesan bermula. Selebihnya, kiat-kiat sukses berjualan online di media sosial dengan bahasan Makmurlah dengan Otak Kanan. Olshoper harus menggunakan otak kanan, bukan kiri, agar sukses dalam berjualan online.

Banyak olshoper berfokus pada jua­lan produk. Kalau tidak laku, pusing sendiri. Inilah yang disebut olshoper otak kiri. Ciri-cirinya: tidak punya reseller, suka baper kalau iklannya tidak ada komen. Dia uring-uringan kalau dibohongi calon pembeli. Dia suka down dan sakit hati pada orang yang meremehkan online shop-nya (hlm 92).

Adapun ciri olshoper otak kanan, antara lain punya banyak reseller, produknya terjual banyak karena tim penjualannya banyak dan jarang baper saat orang lain meremehkan online shop-nya (hlm 92–93). Dunia olshoper adalah kreativitas. Semakin kreatif, omzet juga akan melejit (hlm 93).



Ada juga kiat-kiat teknis menjadi­kan Facebook dan WhatsApp sebagai sarana berjualan online atau jauh lebih penting lagi, sarana merekrut calon buyer dan reseller. Dilengkapi juga sejumlah studi kasus yang sering dihadapi olshoper saat berkomunikasi dengan calon buyer atau pembeli. Pro­mosi dan berkomunikasi dengan calon buyer ada caranya, sehingga tidak mu­dah di-PHP calon pembeli. Diresensi Badiatul Muchlisin Asti, tinggal di Grobogan

*Resensi dimuat di Koran Jakarta, edisi Selasa, 2 Juli 2019. Link website: http://www.koran-jakarta.com/kiat-sukses-berjualan–online–di-media-sosial/

Facebook Comments

Author

badiatulmuchlisinasti@gmail.com
Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Tawaran kerjasama via e-mail: badiatulmuchlisinasti@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *