Mengimplementasikan (Kembali) Praktik Pengobatan Nabi

Duta Masyarakat, edisi Sabtu, 14 Desember 2019

Gaya hidup modern dan pola makan serba instan telah menyumbang sangat signifikan penyebab rentannya orang-orang zaman sekarang terhadap serangan berbagai macam penyakit. Banyak penyakit ganas yang mengintai seperti stroke, gagal ginjal, jantung koroner, kanker, diabetes, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, biaya pengobatan begitu mahal, sehingga tak sedikit orang yang kehilangan semua harta benda yang dimiliki untuk membiayai pengobatan atas sakit yang dideritanya. Itu pun belum menjamin sembuh dari penyakit dan sehat kembali.

Realitas itulah yang menjadikan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menginisiasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau biasa disingkat GERMAS yang diluncurkan pada 15 November 2016 lalu. Sebenarnya, jauh sebelum pemerintah menginisiasi GERMAS, di tingkat masyarakat sudah banyak gerakan sosial yang mengajak orang untuk membiasakan gaya hidup sehat.

Selain itu, juga banyak buku-buku yang beredar di pasaran yang berisi ajakan sekaligus panduan untuk bergaya hidup sehat. Di antara buku-buku ajakan bergaya hidup sehat itu adalah buku-buku bertema thibbun nabawi atau metode pengobatan ala Nabi Muhammad Saw.



Buku berjudul Rasulullah is My Doctor ini adalah salah satu buku yang mengusung tema thibbun nabawi tersebut. Buku karya Jerry D. Gray ini tergolong best seller. Sejak terbit pertama kali pada Oktober 2010, hingga bulan Juli 2019, buku ini telah menembus cetak ulang hingga ke-24. Hal itu boleh jadi merupakan indikasi keinginan masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam untuk kembali mengimplementasikan gaya hidup sehat yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.

Jerry D. Gray sendiri sebagai penulis buku ini adalah seorang jurnalis dan penulis kelahiran Wiesbaden, Jerman, tahun 1960. Ketika berusia 3 tahun, keluarganya migrasi ke Amerika Serikat. Jerry menyelesaikan seluruh pendidikan dasarnya di Iowa sebelum bergabung dengan Angkatan Udara AS tahun 1978. Saat ini, selain menjadi penulis, Jerry juga sibuk berceramah di berbagai kota di Indonesia. Buku ini adalah karyanya yang keenam yang diterbitkan oleh penerbit Sinergi Publishing (Depok, Jawa Barat).

Jerry masuk Islam tahun 1984 di Arab Saudi. Setelah menjadi mualaf, ia mempelajari dan mendalami pengobatan Islam yang alami dan bereksperimen pada dirinya sendiri. Hasilnya sangat menakjubkan. Ia mendapatkan keseluruhan kondisi kesehatannya meningkat dengan cepat.

Dari hasil pendalamannya terhadap pengobatan Islam dan merasakan sendiri manfaatnya, ia berkesimpulan bahwa obat-obatan herbal ala Nabi-lah yang sepenuhnya dapat menyembuhkan beragam penyakit dan sangat ampuh dalam mencegah penyakit.

Buku ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual Jerry atas apa yang diketahui dan telah dirasakannya. Melalui buku ini, Jerry menghadirkan metode dan praktik kedokteran Nabi yang sangat dahsyat mengobati berbagai macam penyakit maupun mencegah datangnya penyakit.




Buku setebal 266 halaman ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama membahas konsep kedokteran Nabi. Di bagian ini, Jerry membahas beberapa konsep kedokteran Nabi dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti demam dan diare serta berbagai khasiat dari madu, habbatussauda (jinten hitam), doa, ruqyah, dan bekam. Tidak hanya fasih mengutip dalil al-Quran dan al-Hadis, Jerry juga melengkapi setiap bahasannya dengan data dan literatur ilmiah yang kredibel dan meyakinkan.

Di bagian kedua, Jerry berbagi berbagai resep yang diramu dari bahan-bahan herbal (tanaman dan buah berkhasiat obat) sepertia apel, alpukat (dan daun alpukat), bit, blueberry, wortel, singkong, cabai merah, kurma, kayu manis, bawang putih, jahe, dan banyak lagi.

Pada setiap herbal, Jerry mengupas kandungan dan khasiatnya, lantas kemudian menyajikan resep-resep penggunaaan herbal tersebut untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Kayu manis misalnya, merupakan rempah-rempah tertua di dunia. Daun kering dari pohon yang hijau ini, bersama kulit pohon bagian dalamnya, bisa digunakan sebagai rempah-rempah atau obat. Ia memiliki aroma yang enak dan rasa yang hangat, manis, dan aromatik.

Kayu manis memiliki manfaat yang menakjubkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, sehingga dijuluki sebagai “pengobatan ajaib” dibandingkan sekedar rempah-rempah. Kayu manis bisa digunakan untuk membantu penyembuhan mereka yang menderita diabetes tipe 2, pengobatan radang sendi, mengatasi bau mulut, pilek, maag, dan lain sebagainya.

Bahkan kayu manis yang dikombinasi dengan madu dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit, dari yang ringan, sedang, hingga berat. Sebuah majalah terkenal Weekly World News yang terbit di Kanada, edisi 17 Januari 1995, mencantumkan sedikitnya 22 penyakit yang bisa disembuhkan dengan madu dan kayu manis. Antara lain: penyakit jantung, infeksi saluran kemih, sakit gigi, kolesterol, influenza, infeksi kulit, impotensi, maag, kanker, dan kehilangan pendengaran.




Adapun bagian ketiga atau bagian terakhir buku ini, Jerry membahas berbagai persoalan di dunia medis. Di bagian ini, Jerry mengingatkan agar berhati-hati dalam penggunaan obat-obat kimia. Karena obat-obatan itu umumnya tidak benar-benar menyembuhkan penyakit, melainkan hanya mengobati gejala-gejala dari penyakit tersebut. Contoh: antibiotik yang diminum untuk menyembuhkan infeksi tenggorokan hanya manjur untuk mengurangi infeksi, tetapi tidak membunuh virus influenza yang menyebabkan sakit tersebut.

Saat menderita sakit kepala dan membeli obat farmasi, ia hanya menghilangkan rasa sakit kepala tetapi tidak menghilangkan penyebab sakit kepala. Begitu pun demam dan minum analgesik. Dalam banyak kasus, demam hilang, tetapi tidak menghilangkan sebab dari demam tersebut.

Buku ini layak dijadikan sebagai referensi di tengah gempuran gaya hidup modern yang rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit. Buku ini mengajak bergaya hidup sehat sekaligus menawarkan solusi alternatif pengobatan beragam penyakit dengan berlandaskan metode dan praktik pengobatan ala Nabi Muhammad Saw.

*Badiatul Muchlisin Asti, ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan, Jawa Tengah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *