Mendedah Khazanah Kuliner Sunda

Suara Merdeka, edisi Minggu, 15 Desember 2019

Orang-orang Sunda yang secara administratif bertempat tinggal di Jawa Barat memiliki khazanah kuliner yang tidak hanya khas, yang tidak ditemukan di daerah lain, tetapi juga bercita rasa sedap. Atau, meminjam istilah mendiang Bondan Winarno, maknyus. Sebagian kuliner Sunda sangat populer dan melegenda.

Lanjutkan membaca

6 Oleh-oleh Purwodadi Grobogan yang Enak dan Paling Recomended

Mengenal Omiyago

Saya mengenal Omiyago ketika pusat layanan oleh-oleh Indonesia berbasis daring ini menghelat blogging competition dengan tema “Kuliner Indonesia” pada Februari 2017 lalu. Saya ikut serta berpartisipasi meski tidak menang. Tapi cukup gembira bisa ikut andil sebagai bagian dari kecintaan saya pada kuliner tradisional Indonesia.

Setelah mengenal lebih jauh Omiyago, saya mengapresiasi keberadaannya sebagai sebuah terobosan yang sangat cemerlang. Kejelian menangkap peluang pasar, sekaligus upaya nyata mengangkat kuliner khas Indonesia, patut diacungi jempol.

Logo Omiyago dengan tagline “Buah Tangan on the Go”





Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau memang terberkahi dengan khasanah kulinernya yang begitu kaya. Masing-masing kuliner daerah tersebut menyimpan tata nilai adiluhung yang sangat kompleks dari sebuah komunitas masyarakat. Di dalamnya ada cerminan kearifan (local wisdom), falsafah, tradisi, budaya, dan kreativitas dalam mengeksplorasi bahan pangan yang sangat lokalitas sifatnya.

Karenanya, kuliner tradisional selalu begitu menggoda untuk dicicipi dan ditelusuri “kandungan” di balik keberadaannya yang telah hadir dan eksis secara turun-temurun, dari generasi ke generasi. Namun, luasnya wilayah Indonesia, seringkali membatasi seseorang untuk bisa mencicipi kuliner dari pelbagai daerah yang jauh dari jangkauan.

Omiyago secara cerdas menjembatani itu. Sebagai pusat oleh-oleh berplatform Indonesia, Omiyago menawarkan kemudahan dan kecepatan untuk dapat memperoleh beragam kuliner khas Indonesia atau oleh-oleh Indonesia secara online, baik untuk dinikmati bersama keluarga atau sebagai oleh-oleh/buah tangan untuk handai tolan, relasi dan kolega bisnis.

Dua keistimewaan dari produk-produk yang ditawarkan Omiyago untuk itu menurut saya terletak pada cita rasa dan penampilan. Makanan yang bercita rasa enak dan delicious, dipadu dengan packaging yang cantik dan eye catching. Rasa yang ‘Wah’ berpadu dengan kemasan yang ‘Mewah’. Dua hal itu yang membuat Omiyago istimewa dan memuaskan customer-nya.

Salah satu testimoni customer Omiyago. Sumber foto dari www.omiyago.com

Lebih jauh tentang Omiyago bisa kunjungi websitenya di www.omiyago.com.

Eksplorasi Oleh-Oleh Indonesia

Sebagai pecinta kuliner tradisional Indonesia, saya angkat topi bahwa Omiyago nampak terus berkomitmen melakukan eksplorasi pada kuliner-kuliner tradisional dan ragam oleh-oleh Indonesia yang bila dihitung secara kuantitatif, maka akan mencapai angka ribuan jumlahnya. Blogging competition yang rutin dihelat Omiyago secara berkala merupakan suatu cara efektif untuk itu.

Kali ini Omiyago menggandeng Ladita Tour—sebuah agen travel terbaik di Jakarta, dengan layanan terbaik untuk Paket Tour, baik Domestik, Inbound dan Outbound, Reservasi Hotel, dan Car Rental—untuk kembali menghelat blogging competition. Kali ini dengan tema Oleh-Oleh Indonesia.

Ada banyak ragam oleh-oleh Indonesia, masing-masing di antaranya sangat lokalitas sifatnya, sesuai dengan asal daerahnya. Karena tentu yang dimaksud oleh-oleh Indonesia adalah kumpulan oleh-oleh dari berbagai penjuru daerah yang dipersatukan dalam kebhinekaan Indonesia. Satu bangsa, berjuta cita rasa oleh-olehnya.

6 Oleh-oleh Purwodadi Paling Recomended

Saya lahir dan kini tinggal di Kabupaten Grobogan dengan ibukotanya Purwodadi. Saya bersyukur bahwa daerah saya ini termasuk daerah yang kaya akan khasanah kulinernya, termasuk juga kaya akan berbagai produk UMKM-nya, yang sebagian besar diolah dari bahan pangan lokal Grobogan, sebagai buah tangan kebanggaan.

Di antara sekian produk yang membanjiri toko oleh-oleh, saya mencatat ada 6 oleh-oleh Purwodadi Kabupaten Grobogan paling recomended versi saya, karena yang saya anggap paling populer, memiliki cita rasa yang khas, juga enak.




Ke-6 oleh-oleh itu adalah sebagai berikut:

  1. Emping Jagung

Emping Jagung. Foto oleh Kang Asti

Oleh-oleh Purwodadi Grobogan yang perlu disebut pertama-tama menurut saya adalah emping jagung. Sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar skala nasional, tak aneh bila di Kabupaten Grobogan banyak dijumpai ragam kuliner berbahan dasar jagung. Salah satunya yang paling populer dan enak dijadikan cemilan atau makanan ringan adalah emping jagung.

Emping jagung dibuat dari jagung yang ditumbuk pipih. Sebelumnya melalui proses pencucian, perendaman, dan perebusan sehingga empuk saat dipipihkan. Rasanya ada yang dibuat gurih, ada yang dibuat manis, bahkan dalam perkembangannya dibuat aneka rasa.

Di Kabupaten Grobogan banyak sekali dijumpai sentra pembuatan emping jagung ini. Namun yang paling terkenal adalah sentra pembuatan emping jagung di Dusun Jatitengah, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari. Saya pernah berkunjung ke sentra pembuatan emping jagung ini.

Pemasaran emping jagung sendiri selain ke pasar-pasar tradisional, juga sudah menembus supermarket dan retail modern lainnya. Meski banyak olahan jagung lainnya seperti marning jagung dan nasi jagung instan, namun emping jagung menurut saya paling primadona dan cita rasanya juga recomended sebagai makanan ringan yang cocok dinikmati saat santai bersama keluarga atau disuguhkan untuk tamu.

  1. Tempe Hygiene

Tempe Hygiene. Foto oleh Kang Asti

Selain jagung, Kabupaten Grobogan juga dikenal sebagai salah satu produsen kedelai terbesar skala nasional. Bahkan kedelai Grobogan dikenal sebagai kedelai varietas unggul skala nasional, bahkan internasional. Varietas unggul kedelai Grobogan telah bersertifikat pada Maret 2008. Kedelai ini bukan hasil rekayasa genetik atau non GMO. Berbeda dengan kedelai impor yang merupakan hasil rekayasa genetik.

Sentra produksi kedelai varietas unggul itu ada di Rumah Kedelai Grobogan (RKG), yang dikelola oleh Dinas Pertanian setempat.

Salah satu olahan kedelai yang dihasilkan RKG adalah tempe hygiene. Tempe hygiene adalah tempe berkualitas yang diolah dari kedelai varietas unggul asli Grobogan dan seluruh proses pembuatannya dilakukan secara higienis. Tidak seperti tempe yang dibuat secara tradisional yang umumnya salah satu tahap pembuatannya adalah dengan cara diinjak-injak dengan menggunakan kaki.

Menurut saya, tempe hygiene layak diunggulkan sebagai salah satu oleh-oleh khas Purwodadi, Grobogan. Selain karena merupakan hasil olahan dari kedelai varietas unggul asli Grobogan, juga pengolahannya yang seluruhnya higienis, yang tentu menjadikan cita rasanya juga relatif lebih enak.

Selain dapat diperoleh langsung di pusat produksinya, yakni di Rumah Kedelai Grobogan (RKG) yang beralamat di Jl. Purwodadi-Solo KM 5, Krangganharjo, Kecamatan Toroh; tempe hygiene juga dapat diperoleh di beberapa supermarket di Kota Purwodadi.

  1. Sale Pisang

Sale Pisang Kering Purwodadi. Foto oleh Kang Asti

Sale pisang merupakan olahan dari buah pisang yang disisir tipis kemudian dijemur. Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air buah pisang sehingga pisang lebih tahan lama. Ada dua jenis sale pisang yang berkembang dan beredar di pasaran, yakni sale pisang basah dan sale pisang kering.

Sale pisang basah adalah sale pisang yang hanya mengandalkan proses penjemuran di bawah terik matahari, sedangkan sale pisang kering digoreng dengan tepung. Sale pisang umumnya memiliki rasa yang manis dengan tekstur yang sangat kenyal. Sale pisang hampir digemari oleh semua orang dari mulai kalangan rakyat biasa sampai pejabat tinggi.

Sale pisang ini boleh jadi tidak spesifik merupakan oleh-oleh dari Purwodadi. Bahkan situs Wikipedia menyebut sale pisang sebagai makanan khas asli dari Karangpucung dan Majenang yang terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Namun, tidak dipungkiri, bahwa banyak daerah lain, termasuk Purwodadi Grobogan, yang mengembangkan produk olahan dari buah pisang ini.

Terbukti, di Kabupaten Grobogan telah sejak lama dijumpai produsen sale pisang yang di antaranya sudah sangat legendaris. Di antaranya produsen Sale Pisang di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, yang pernah saya kunjungi. Di sini, diproduksi sale pisang basah.

Di Purwodadi juga dijumpai produsen sale pisang kering atau goreng yang jangkauan pemasarannya sudah menjangkau hingga ke luar negeri. Sale pisang Purwodadi ini sudah jamak sebagai salah satu oleh-oleh yang menjadi kebanggaan masyarakat Purwodadi, Grobogan.

  1. Telur Asin Garam Bledug

Telur asin garam Bledug. Foto oleh Kang Asti

Telur asin adalah penganan berbahan dasar telur bebek/itik yang diawetkan dengan cara diasinkan dengan menggunakan garam. Daerah yang paling dikenal sebagai penghasil telur asin adalah Brebes, Jawa Tengah. Di sana, industri telur asin meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin.

Kabupaten Grobogan, yang meski jauh dari laut, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil garam, yakni di area wisata Bledug Kuwu di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan. Komoditas garam khas Grobogan itu dalam beberapa tahun terakhir dijadikan oleh warganya sebagai bahan pembuat telur asin. Maka, lahirkah produk telur asin garam Bledug.

Sehingga telur asin garam bledug ini pantas dinobatkan sebagai salah satu oleh-oleh Purwodadi Grobogan yang khas karena memanfaatkan bahan lokal. Telur asin garam bledug ini dapat diperoleh di beberapa supermarket di Kabupaten Grobogan.

  1. Sambal Pecel Gambringan

Sambal Pecel Gambringan. Foto oleh Kang Asti

Pecel adalah kuliner khas Indonesia yang hampir merata ada di berbagai daerah di penjuru nusantara. Jawa Timur menurut saya yang paling banyak menyumbang khasanah kuliner pecelnya yang melegenda, yakni Blitar, Nganjuk, dan Madiun. Bung Karno, presiden pertama RI, tercatat sebagai salah satu penggemar pecel, terutama pecel Blitar.

Namun Jawa Tengah juga tak ketinggalan. Di antaranya Kabupaten Grobogan menyumbang khasanah kuliner pecel yang juga tak kalah melegenda, yakni Pecel Gambringan. Nama “Gambringan” diambil dari tempat asal kuliner ini, yang memang sejak dulu sejak sekira tahun 1960-an banyak dijajakan di Stasiun Gambringan yang terletak di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh.

Beda pecel Gambringan dengan pecel lainnya adalah pada citarasanya yang cenderung asin, gurih, ketimbang dominan manis. Juga proses pembuatan sambal kacangnya yang melalui proses disangrai, tidak digoreng, dan tanpa menggunakan penyedap rasa sehingga rasanya otentik dan sedap.

Sambal pecel Gambringan saat ini telah diproduksi dalam kemasan sehingga bisa menjadi oleh-oleh. Cocok sebagai oleh-oleh bagi warga Grobogan yang tinggal di luar kota yang kangen dengan kuliner pecel Gambringan.

  1. Yangko Godong

Yangko Khas Godong. Foto oleh Kang Asti






Yangko yang populer adalah oleh-oleh khas Yogyakarta. Tapi di Kabupaten Grobogan, terdapat kue yangko yang merupakan penganan khas dari Godong. Sebagaimana yangko khas Yogyakarta, yangko khas Godong ini juga terbuat dari tepung ketan, namun dibentuk lonjoran, dibaluri tepung terigu yang disangrai, dan di tengahnya berisi campuran cincangan kacang dan gula merah. Lalu dihidangkan dengan cara dipotong-potong. Bentuknya lebih menyerupai jadah, namun teksturnya lebih lembut. Rasanya legit dan sangat enak.

Kue yangko ini termasuk oleh-oleh yang sangat digemari. Banyak yang menjadikannya sebagai oleh-oleh untuk handai tolan. Sayangnya, sejauh ini, yangko Godong belum dikembangkan secara optimal sebagai salah satu oleh-oleh khas, padahal sangat potensial.

Sementara ini, untuk mendapatkan yangko khas Godong, umumnya harus pesan terlebih dahulu kepada beberapa produsen di Desa Godong dan Desa Bugel (Keduanya berada di wilayah Kecamatan Godong). Di pasar tradisional Godong juga dijumpai penjual yangko, namun masih sangat terbatas.

Ke depan saya memimpikan kue yangko ini bisa menjadi oleh-oleh kebanggaan masyarakat Grobogan. Diproduksi secara masal dan dikemas secara cantik sehingga dapat menembus pasar yang lebih luas.

Itulah 6 oleh-oleh Purwodadi Grobogan paling recomended versi saya di antara produk-produk Purwodadi lainnya.

Saya bermimpi barangkali Omiyago berminat untuk menjadikan salah satu atau salah dua (hehe..) dari 6 oleh-oleh Purwodadi Grobogan yang saya rekomendasikan di atas sebagai entry produk yang ditawarkan ke masyarakat Indonesia dan dunia. Semoga. Aamiin.

Semoga informasi ini bermanfaat.* (Kang Asti)

Bereksperimentasi Membuat Sate Kambing Khas Tegal

Sate Kambing khas Tegal

Salah satu yang saya lakukan bersama istri bila ada waktu senggang (baca: liburan di rumah saja) adalah bereksperimentasi atau ujicoba resep-resep masakan. Sebagai pecinta kuliner tradisional, saya memiliki banyak sekali koleksi resep-resep masakan tradisional dari seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke; dari Aceh sampai Papua. Sehingga bila ingin ujicoba resep tertentu, tinggal buka-buka koleksi resep.

Hari Ahad pagi, 3/9/2017, melihat daging kurban masih ngendon di kulkas sejak kemarin, membuat istri menanyakan kepada saya soal daging kambingnya mau dimasak apa. Setelah bolak-balik tabloid  resep, akhirnya sepakat membuat sate.

Sate adalah salah satu kuliner Indonesia yang kaya variasi dan kekhasan di setiap daerah. Sate dengan komponen kambing misalnya, pada setiap daerah memiliki ramuan bumbu yang berbeda-beda, sehingga juga mencuatkan cita rasa yang berbeda dan beragam.

Daerah yang terkenal dengan kuliner sate kambingnya yang khas antara lain Tegal, Brebes, Wonogiri, Tulungagung, Surabaya, dan Sumbawa. Melihat komposisi bahan di antara resep-resep membuat sate kambing dari berbagai daerah itu, akhirnya kami memutuskan untuk membuat sate kambing ala Tegal. Kebetulan bahan-bahan untuk membuat sate kambing khas Tegal yang paling lengkap, juga membuatnya sangat simpel.

Berikut ini resep sate kambing khas Tegal yang enak dan lezat yang kami buat:

Bahan:

  • 300 gram daging kambing, dipotong kotak
  • 1 lembar daun pepaya
  • 18 buah tusuk sate

Bahan olesan (aduk rata):

  • 5 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan minyak goreng
  • 1/8 sendo teh merica bubuk
  • ½ sendok teh garam

Bahan saus (aduk rata):

  • 5 butir bawang merah, dipotong-potong
  • 3 buah cabai rawit merah, diiris-iris
  • 1 buah tomat, dipotong kotak
  • 6 sendok makan kecap manis
  • 1/8 sendok teh merica bubuk
  • ¼ sendok teh air jeruk limau

Cara membuat:

  1. Remas-temas daging kambing dan daun pepaya. Diamkan 15 menit. Bersihkan.
  2. Rendam daging kambing di dalam bahan olesan. Diamkan 10 menit.
  3. Tusuk-tusuk dengan tusukan sate. Bakar sambil dioles bahan olesan di atas bara abi sampai matang.
  4. Sajikan bersama sausnya.

Alhamdulillah, sate kambing ala Tegal yang kami (baca: istri, dan saya hanya membantu hehe) buat dengan resep di atas, dengan modifikasi bumbu olesan yang disesuaikan dengan selera kami, rasanya cukup lezat, enak, bumbunya meresap, dan dagingnya empuk. Anak-anak kami yang di hari-hari biasa tidak suka makan sate kambing, menjadi suka melahapnya.

Salah satu rahasia yang menjadikan dagingnya empuk adalah daun pepaya. Daun pepaya memang mengandung enzim papain yang dapat mengempukkan daging. Selain daun pepaya, pengempuk daging alami lainnya adalah buah nanas, lemon, dan buah kiwi.

Nah, selamat mencoba kelezatan sate kambing dengan bumbu khas Tegal, Jawa Tengah, ya.* (@Kang Asti)